SUARA CIREBON – Pemerintah Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki berupaya mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, meski akses jalan menuju lokasi usaha terpotong keberadaan Tol Pelimanan-Kanci (Palikanci).
Kuwu Ciperna, Gunawan, menjelaskan, lokasi usaha program ketahanan pangan yakni kandang ayam petelur dan lahan tanaman jagung milik Desa Ciperna, berada di seberang Tol Palikanci.
Lahan tersebut merupakan aset desa, namun letaknya dipisahkan keberadaan jalan tol, sehingga menimbulkan kesulitan tersendiri bagi pengelola BUMDes peternakan ayam petelur dan lahan tanaman jagung.
“Aslinya kami sangat semangat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, meski menghadapi keterbatasan akses jalan menuju lokasi usaha, karena saat ini hanya dapat dilalui melalui jalur masuk Jalan Tol Palikanci, sehingga sangat rawan dan membahayakan keselamatan,” kata Gunawan, Senin, 5 Januari 2026.
Gunawan menjelaskan, program ketahanan pangan yang dijalankan Desa Ciperna meliputi peternakan ayam petelur dan pertanian jagung.
“Ayam petelur yang dikelola kurang lebih ada 500 ekor dan setiap harinya mampu menghasilkan telur sekitar 15 hingga 20 kilogram. Selain ayam petelur, kami juga mengembangkan tanaman jagung yang saat ini sudah mulai berbuah,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan akses jalan menjadi kendala utama dalam operasional program tersebut. Pasalnya, proses pengangkutan pakan ternak hingga distribusi hasil telur menjadi sulit karena harus melalui jalur keluar masuk Jalan Tol Palikanci.
”Kami cukup kesulitan membawa pakan untuk ayam dan menjual hasil telur, karena satu-satunya akses saat ini harus melalui jalur tol,” ucapnya.
Pemerintah Desa berharap adanya perhatian dan kebijakan dari pihak terkait, khususnya pengelola Jalan Tol Palikanci, untuk dapat memberikan akses jalan khusus bagi aktivitas pertanian dan peternakan desa.
”Kami berharap ada kebijakan dari pihak Jasa Marga agar diberikan akses jalan keluar masuk yang layak, demi kelancaran program ketahanan pangan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















