SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memfasilitasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dalam memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bupati Cirebon, H Imron, mengatakan, fasilitasi yang dilakukan Pemkab Cirebon ini guna membantu warga kurang mampu tapi berprestasi agar dapat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pinjaman KUR tersebut, dapat dipergunakan untuk biaya proses pemberangkatan ke negara tujuan, termasuk untuk tiket pesawat.
Menurut Bupati, pemerintah daerah ingin melindungi PMI dari sisi ekonomi. Pasalnya, sejauh ini para CPMI terpaksa harus meminjam uang dengan bunga yang cukup tinggi untuk persiapan keberangkatan maupun bekal keluarga yang ditinggalkan.
“Jadi pinjaman KUR yang didapat oleh para pekerja migran ini, bisa dipergunakan untuk biaya proses, biaya persiapan pemberangkatan sampai dengan biaya tiket pesawat. Dengan KUR pengembalian pinjaman jadi ringan karena bunganya rendah,” kata Bupati Imron, Senin, 5 Januari 2025.
Untuk diketahui, Bupati Cirebon menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan KUR bagi CPMI antara bank bjb Cabang Sumber dengan Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Rakyat Indonesia.
Dengan kerja sama tersebut, bank bjb dapat memberikan program KUR bagi CPMI asal Kabupaten Cirebon yang telah mendapatkan kesempatan bekerja di Negara Jepang. Dalam upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan, Pemkab Cirebon menfasilitasi masyarakat kurang mampu namun berprestasi untuk bekerja ke Negara Jepang.
“Jadi ketika para CPMI ini memiliki kompetensi kerja dan siap menghadapi seleksi dari pemberi kerja yakni negara Jepang, serta dapat diterima dan ditempatkan untuk bekerja, pemerintah hadir untuk membantu,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Bupati Cirebon untuk 65 CPMI yang mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang pada bulan Agustus 2025 lalu.
Dari 65 peserta pelatihan bahasa dan budaya tersebut, ada enam orang yang sudah berangkat ke Negara Jepang.
“Jadi untuk sekarang yang sudah siap berangkat lagi ada 25 orang, tinggal nunggu proses pemberkasan, paspor dan lain sebagainya,” kata Novi.
Sementara terkait pemberian KUR untuk CPMI, hal itu juga dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah pusat.
“Alhamdulillah kita dengan bank bjb sudah menjalin komitmen untuk pembiayaan yang tidak memberatkan para PMI. Di mana kita ketahui, beberapa pola penempatan dengan dana-dana yang cukup tinggi. Insyaallah kerja sama antara bank bjb dengan yayasan langsung, LPK, pendanaan ini akan meringankan para CPMI,” jelasnya.
Novi menjelaskan, tujuan kerja sama dengan bank daerah ini salah satunya pengajuan KUR. Nantinya, CPMI dipermudah mendapat pinjaman dari bank tersebut tanpa agunan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat. Melalui pinjaman program KUR, dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan para CPMI.
“Ini akan lebih ringan dengan KUR PMI, sejalan dengan program pemerintah pusat melalui Kemenkop PM yang ada di kementerian,” paparnya.
Pihaknya akan melakukan pendampingan kepada keluarga para PMI agar hasil bekerja di Nagara Jepang bisa bermanfaat dengan baik.
“Pola UMKM itu akan kita jalankan, nanti orang tuanya akan berwirausaha atau mata pencaharian apa dari uang yang ditransfer anak-anaknya dari negara Jepang, ini akan kita lakukan pendampingan,” paparnya.
Dengan adanya program tersebut, dirinya berharap Pemkab mampu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di masyarakat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















