SUARA CIREBON – Kasus influenza A subclade K telah ditemukan di beberapa provinsi di Indonesia. Hingga 31 Desember 2025 lalu, penyakit yang dikenal dengan super flu ini ditemukan sebanyak 10 kasus di Jawa Barat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni melalui Ketua Kerja Bidang Surveilans dan Imunisasi P2P, Dede Kurniawan, mengatakan, berdasarkan data yang ada, hingga saat ini super flu tersebut belum masuk dan diharapkan tidak sampai masuk ke Kabupaten Cirebon.
Dede mengatakan, influenza A subclade K yang dikenal dengan super flu ini merupakan varian baru dari virus influenza A(H3N2) yang telah menyebar dengan cepat di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Indonesia.
Menurutnya, kasus tersebut sampai saat ini sebenarnya masih belum jelas. Kendati demikian, Dinkes Kabupaten Cirebon mulai melakukan langkah antisipasi dengan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.
“Meskipun kasusnya belum jelas, tetapi masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat dan bersih, minimalnya bisa menjaga agar tidak terkena penyakit,” kata Dede Kurniawan, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menjelaskan, influenza A subclade K memiliki gejala sama dengan flu pada umumnya, namun sedikit berat. Orang yang terjangkit virus tersebut biasanya akan merasakan demam, batuk, pilek yang agak berat.
“Ini beda dengan flu pada umumnya,” paparnya.
Sebagaimana flu biasa, imbuh Dede, penyakit tersebut juga menular melalui saluran pernafasan. Karenanya, ia meminta kepada masyarakat yang sedang menderita flu agar mengunakan masker.
“Kalau flu kan biasa, penularannya itu melalui saluran pernapasan, berarti kan harus melindungi saluran pernapasan, harus pakai masker dan biasakan budaya hidup sehat dan bersih,” terangnya.
Seperti diketahui kasus influenza A subclade K ini sudah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, hingga akhir Desember 2025 kemarin terdapat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur.
Berikut ini rincian sebaran kasus influenza A subclade K di Indonesia: Jawa Timur, 23 kasus, Kalimantan Selatan, 18 kasus, Jawa Barat, 10 kasus, Sumatera Selatan, 5 kasus. Provinsi Lain: Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta masing-masing 1 kasus.
Sebelumnya, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan, hingga akhir Desember 2025, kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” ujar Prima.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















