SUARA CIREBON – Peristiwa kebakaran di Kabupaten Cirebon pada 2025, mengalami penurunan signifikan. Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon mencatat penurunan peristiwa kebakaran di atas 50 persen.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarpras, Eno Sujana, menyampaikan, secara keseluruhan kejadian kebakaran pada 2025 turun signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada 2025, jumlah total peristiwa kebakaran mencapai 156 kejadian.
Total kejadian tersebut terdiri dari kebakaran rumah sebanyak 45 unit, kebakaran toko 18 unit, pabrik 21 unit, kendaraan roda dua 5 unit, kendaraan roda empat 5 unit, fasilitas umum 18 unit, dan kebakaran lahan/sampah/alang-alang sebanyak 44 titik.
“Kebakaran masih didominasi rumah, jumlahnya jadi yang terbanyak dengan 45 unit,” ujar Eno Sujana, Sabt, 10 Januari 2026.
Eno menjelaskan, insiden kebakaran paling tinggi pada 2025 terjadi pada Juli dan September. Di dua bulan tersebut seolah menjadi puncak kebakaran dibandingkan dengan bulan lainnya di 2025.
“Angka kebakaran tertinggi ada di Bulan Juli dan September, masing-masing 26 kebakaran,” kata Eno.
Sementara untuk tindakan penyelamatan, Disdamkarmat Kabupaten Cirebon mencatat jumlah penyelamatan yang dilakukan Disdamkarmat 2025 tetap tinggi. Angka penyelamatan mencapai 637 kegiatan, meliputi penyelamatan rumah warga dari sarang tawon, ular, monyet liar dan binatang lainnya.
“Terbanyak adalah sarang tawon, 381 kemudian ular sebanyak 133. Kami juga melakukan penyelamatan jiwa dan evakuasi korban banjir,” paparnya.
Sementara di 2024, jumlah kebakaran secara keseluruhan mencapai 341 kejadian. Total kebakaran tersebut meliputi kebakaran rumah sebanyak 73 unit, toko 18 unit, pabrik 26, kendaraan roda dua 1 unit, kendaraan roda empat 2 unit, fasilitas umum 21 unit, dan kebakaran lahan/sampah/alang-alang sebanyak 200 titik.
“Kebakaran 2024 juga terbanyaknya adalah rumah dengan jumlah 73 unit, kemudian disusul toko sebanyak 18 unit. Kebakaran paling banyak ada di Bulan Agustus yaitu 100 kasus dan September 69 kasus. Untuk penyelamatan di 2024 angkanya hanya 428 kegiatan,” paparnya.
Eno menegaskan, penurunan angka kebakaran pada 2025 disebabkan adanya kemarau basah yang berlanjut dengan masuknya musim penghujan beberapa bulan sebelum memasuki tahun 2026. Intensitas hujan saat kemarau basah yang terjadi pada 2025, bahkan cenderung seperti musim hujan.
Pihaknya berharap, peristiwa kebakaran di 2026 ini bisa lebih rendah menyusul musim penghujan yang masih berlangsung hingga kini.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















