SUARA CIREBON – Ratusan paket pekerjaan jalan yang akan digelar tahun 2026 ini didominasi pekerjaan peningkatan jalan menggunakan betonisasi.
Peningkatan jalan berupa betonisasi ini jumlahnya mencapai hingga 80 persen, sedangkan pengaspalan atau hotmix hanya di angka 20 persen.
Kondisi tersebut sesuai dengan instruksi dari pemimpin daerah yang menghendaki peningkatan infrastruktur jalan menggunakan betonisasi.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendorong semua ruas jalan Kabupaten Cirebon dilakukan peningkatan dengan betonisasi.
Dengan menggunakan sistem tersebut, kondisi jalan menjadi lebih kuat dan tahan lama meski terus menerus didera kondisi cuaca yang tidak menguntungkan. Menurut Wabup, ruas jalan di Kabupaten Cirebon yang dalam kodisi rusak jumlahnya cukup banyak.
Pagu anggaran daerah yang terbatas, membuat proses perbaikan ditempuh dengan mekanisme skala prioritas.
“Ketimbang terus menerus melakukan perbaikan, lebih baik langsung dilakukan peningkatan dengan betonisasi. Jalan lebih kuat dan bertahan lama,” ujar Jigus, sapaan akrab Wabup, Selasa, 20 Januari 2026.
Meski demikian, dengan kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan, ia menyadari proses menuju kondisi mayoritas ruas jalan terstandar betonisasi, harus dilakukan secara bertahap. Namun upaya untuk merealisasikan kondisi jalan yang kokoh dan tahan lama, harus terus berjalan di setiap tahun anggaran, dengan persentase betonisasi lebih besar dibandingkan pengaspalan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon, Sunanto, menjelaskan, tahun ini pihaknya akan menggelar ratusan paket pekerjaan jalan dari APBD murni tahun 2026. Ia menargetkan, proses lelang semua kegiatan tersebut bisa selesai di bulan Juli nanti.
“Di anggaran murni TA 2026 ada sekitar 250-an lebih paket untuk pekerjaan jalan. Kebanyakan betonisasi, 80 persen betonisasi dan pengaspalan hanya sekitar 20 persen,” kata Sunanto.
Sunanto menegaskan, ratusan paket pekerjaan perbaikan jalan tersebut tersebar merata dari wilayah barat sampai timur Kabupaten Cirebon. Ia memastikan, tidak ada wilayah yang diprioritaskan dalam perbaikan jalan tersebut.
“Tidak ada daerah yang diprioritaskan, jadi merata di seluruh wilayah baik barat, utara, selatan maupun timur, semua kebagian,” tegasnya.
Sunanto berharap, masyarakat bisa mengawal pembangunan jalan di Kabupaten Cirebon yang akan segera dimulai dalam waktu dekat ini. Bilamana ada hal-hal kurang baik dalam pengerjaannya, ia meminta masyarakat segera melapor ke dinas atau pengawas yang dipercaya di lokasi proyek.
“Kami minta masyarakat juga ikut mengawasi. Kalau dirasa kurang baik dalam pekerjaan, segera laporkan ke kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebanyak 27 paket dari total 31 paket pekerjaan jalan tahun 2026, telah dilakukan lelang dini. Ke-27 paket pekerjaan jalan tersebut, berupa betonisasi maupun hotmix atau pengaspalan. Anggaran untuk 27 paket tersebut mencapai Rp50 miliar.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















