SUARA CIREBON – Polsek Susukan memasang garis polisi (police line) di lokasi robohnya atap kanopi outdoor SMAN 1 Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026 sore lalu.
Kapolsek Susukan, Iptu Kelani mengatakan, personelnya melakukan gerak cepat dengan menutup lokasi kejadian atap outdoor ambruk di SMAN 1 Susukan.
Pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya atap kanopi berukuran 20×18 meter tersebut.
”Begitu mendapatkan informasi, kami beserta anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi,” kata Iptu Kelani, Kamis, 22 Januari 2026.
Kepala SMAN 1 Susukan, Ukendi Andriyana, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Kejadian tersebut, lanjut Ukendi, mengakibatkan satu orang siswa tertimpa atap kanopi mengalami luka ringan.
Ukendi menjelaskan kronologis kejadian dan dugaan kuat penyebab utama robohnya atap kanopi outdoor raksasa yang menutup lapangan olahraga di sekolah itu.
Menurut Ukendi, kejadian bermula saat cuaca di sekitar sekolah diguyur hujan gerimis disertai angin kencang.
“Saat itu, sebagian besar siswa sudah pulang dan hanya beberapa siswa kelas X E yang masih berada di lingkungan sekolah. Para siswa yang masih berada di lingkungan sekolah ini telah dijadwalkan akan mengikuti latihan upacara,” kata Ukendi, Kamis, 22 Januari 2026.
Namun karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, lanjut dia, kegiatan latihan pun dibatalkan. Hanya saja, saat itu masih ada tiga siswa yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ketika atap terlihat akan roboh, dua siswa langsung lari menjauh hingga berhasil menyelamatkan diri.
“Tapi satu siswa bernama Yusi tidak sempat menghindar dan tertimpa reruntuhan atap outdoor tersebut,” ujarnya.
Beruntung, posisi reruntuhan tidak menjepit korban dengan kuat karena terhalang bagian tertentu dari bangunan.
“Alhamdulillah, posisi bangunan tidak menjepit terlalu kuat, sehingga anak tersebut masih memiliki keleluasaan untuk bergerak,” katanya.
Ia menjelaskan, guru dan siswa lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi langsung memberikan pertolongan. Siswa yang tertimpa atap tersebut kemudian segera dibawa ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, korban tidak mengalami cedera serius dan dalam kondisi baik.
“Setibanya di rumah sakit, anak kami langsung ditangani IGD, diperiksa dokter, dilakukan CT scan hingga rontgen. Hasilnya dinyatakan sehat dan tidak ada cedera serius,” jelas dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, siswa itu pun diperbolehkan pulang pada hari yang sama dan kembali ke rumah bersama orang tuanya.
Pihak sekolah pun memastikan kondisi korban dengan mengunjungi langsung kediamannya.
“Kami bersama tim kesiswaan dan wakasek mengunjungi rumahnya. Alhamdulillah, anak tersebut sudah ceria kembali. Kami merasa lega,” tandasnya.
Pantauan Suara Cirebon, atap kanopi outdoor SMAN 1 Susukan yang ambruk tersebut, telah dipasang garis polisi (police line). Atap kanopi itu memiliki panjang 21 meter dan lebar 18 meter dan menutup sebagian lapangan basket/upacara di sekolah itu. Delapan tiang dengan bagian bawah beton cor, terlihat menyangga bangunan atap kanopi raksasa itu.
Tiang-tiang penyangga terlihat terangkat akibat tertarik struktur kanopi yang ambruk ke tengah lapangan. Rangka baja penyangga tampak miring dan bengkok, sementara atap baja ringan jenis galvalum atau spandek roboh hingga menyentuh permukaan lapangan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















