SUARA CIREBON – Kejaksaan Negeri Kota Cirebon masih mengerjakan dua perkara besar di Kota Cirebon yakni kasus dugaan korupsi gedung Sekretariat Daerah (Setda) dan kasus kredit macet Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cirebon.
Hal tersebut diungkapkan kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Alamsyah SH, saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus yang tengah ditunggu penyelesaiannya oleh masyarakat.
“Kita sedang menangani dua kasus besar tentunya teman-teman sudah tahu yakni kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Setda kemudian terkait BPR yang baru saja memasuki babak baru,” kata Alamsyah.
Untuk kasus gedung Setda, Alamsyah menyatakan bahwa berkas perkara kasus Gedung Setda ditargetkan rampung dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam waktu dekat.
“Insyaallah sebentar lagi kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor, paling lambat minggu depan,” ujarnya.
Selain kasus Setda, Kejari juga tengah mendalami kasus yang melibatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Saat ini, prosesnya masih berjalan dan diharapkan segera berlanjut ke tahap berikutnya.
Mengenai hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pihak Kejari mengonfirmasi bahwa hasilnya sudah diterima, namun belum disampaikan secara resmi.
“Hasilnya sudah ada di kita, tapi secara resmi belum disampaikan. Jadi tinggal menunggu resminya saja. Dipastikan ada kerugian negara,” tegasnya.
Kejari juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi menjadi tersangka. Namun, identitas maupun jumlah pasti tersangka belum bisa dibeberkan ke publik hingga pengumuman resmi dilakukan.
Terkait isu adanya “salah ketik” nama atau data, pihak Kejari membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sebelumnya hanyalah kesalahpahaman informasi.
Menanggapi adanya perpindahan atau rotasi sejumlah jaksa dari Kota Cirebon ke wilayah lain, Kejari menjamin bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya penanganan perkara yang ada. Pengganti para jaksa tersebut sudah disiapkan sehingga jumlah personel jaksa tetap stabil dan proses hukum terus berjalan sesuai jadwal.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















