SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon telah memulai proyek normalisasi Sungai Sukalila, sejak Senin, 26 Januari 2026 kemarin. Pada tahap awal, pekerjaan pengerukan sedimentasi sungai dilakukan di kawasan Jalan Kalibaru Utara dan ditargetkan selesai satu sampai satu setengah bulan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menyampaikan, hasil pengerukan sedimentasi tidak dapat ditumpuk di pinggir. Pasalnya, posisi Sungai Sukalila yang berada di tengah kota, berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.
Sebagai solusi, material kerukan akan langsung dimuat ke dalam dump truk untuk dibuang ke lokasi pembuangan akhir.
“Normalisasi di tengah kota tidak mungkin menumpuk sedimen di kanan-kiri tanggul, karena masalah bau. Jadi mekanisme yang kita gunakan adalah langsung dibuang menggunakan truk,” ujar Dwi Agus saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Januari 2026.
Saat ini, lanjut Agus, operasional pengerukan sedimentasi didukung satu unit alat berat jenis long arm. Penggunaan alat ini dinilai efektif karena jangkauannya yang panjang, sehingga petugas tidak perlu menurunkan alat ke dalam aliran air (amfibi).
Namun, petugas mencatat adanya kendala pada jumlah armada pengangkut material kerukan yang hanya berjumlah tiga unit. Dengan hanya tiga unit armada pengangkutan, penyelesaian memerlukan waktu yang lama.
“Baru tersedia tiga unit truk bantuan dari BBWS. Idealnya kami butuh 6 truk. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menambah 3 armada lagi guna mempercepat proses pengerjaan,” katanya.
Pekerjaan pengerukan dilakukan sedalam 1 meter dan ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu untuk area Kalibaru, sebelum berlanjut ke titik lainnya.
BBWS dan Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian normalisasi dan penataan sempadan sungai ini rampung sebelum memasuki bulan Ramadan.
Selain pengerukan, petugas juga akan melakukan perbaikan selektif pada sandaran sungai atau talud yang mengalami kerusakan guna menjaga estetika dan fungsi sungai di tengah kota.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Cirebon menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung memulai tahap normalisasi Sungai Sukalila, dengan mengeruk sedimentasi sungai, Senin, 26 Janauri 2026.
Pengerukan Sungai Sukalila itu dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan difokuskan mengangkat material sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Pada tahap awal, pengerukan sedimentasi dimulai di kawasan Jalan Kalibaru.
Setelah tahap awal rampung, nantinya pengerukan dilanjutkan secara bertahap ke Sungai Sukalila bagian utara dan selatan.
Untuk menampung material hasil pengerukan, pihak pelaksana telah menyiapkan dua titik lokasi pembuangan (disposal site), yaitu di kawasan Kesenden dan Kebon Baru.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















