SUARA CIREBON – SMPN 1 Kota Cirebon resmi menerima penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa dan guru, pada Senin, 2 Februari 2026.
Penyaluran MBG di SMPN 1 Kota Cirebon ini tergolong molor. Pasalnya, jika sekolah-sekolah lain telah mulai menerima penyaluran MBG sejak Januari 2026 kemarin, namun SMPN 1 baru menerima pada awal Februari.
Kepala SMPN 1 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan mengatakan, meski SMPN 1 Kota Cirebon pernah menjadi proyek percontohan penyaluran MBG dan ditinjau langsung Jendral (Purn) Wiranto, namun sekolahnya baru menerima program penyaluran secara resmi pada awal Februari 2026, setelah adanya penyesuaian jadwal operasional dari pihak penyedia dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku dapur MBG.
“Alhamdulillah ini kali pertama SMPN 1 mendapat bantuan MBG, penyaluran di Februari awal. Yang awalnya direncanakan di Januari, ternyata tergeser. Pihak dapur menyampaikan mulai Februari bisa disalurkan dan sudah tersalurkan,” kata Lilik Agus Darmawan, saat ditemui di sekolahnya.
Pantauan di lokasi, penyaluran MBG dilakukan pada jam istirahat kedua, sekitar pukul 11.00 WIB. Hal itu dilakukan agar MBG dapat dinikmati sebagai makan siang, dengan pertimbangan para siswa umumnya sudah sarapan di rumah masing-masing sebelum berangkat sekolah.
Program MBG di SMPN 1 Kota Cirebon ini menyasar sekitar 1.501 orang, yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik.
“Pagi mereka sudah sarapan dari rumah, kemudian jam makan siang mereka akan menikmati dari MBG yang didapat,” katanya.
Pihak sekolah memastikan, setiap menu yang disajikan telah melalui pengecekan oleh guru sebelum dibagikan kepada siswa. Adapun menu pada hari perdana ini terdiri dari, nasi, perkedel, bakso tumis, sayuran dan buah pisang sebagai pencuci mulut.
“Sebelum dimakan siswa, dicek oleh guru menunya apa, dan juga daftar menu tadi sudah disampaikan, di antaranya ada perkedel, kemudian ada bakso tumis gitu ya, kemudian ada sayuran dan buahnya buah pisang,” ujarnya.
Berdasarkan pengecekan sampel awal, pihak sekolah menyatakan kondisi makanan dalam keadaan baik dan layak konsumsi.
Meskipun baru menjalin kerja sama (MoU) dengan pihak penyedia dapur MBG (SPPG) pada akhir Desember 2025, SMPN 1 Kota Cirebon berupaya memberikan data siswa secara detail, seperti menyetorkan data khusus mengenai siswa yang memiliki alergi atau siswa yang tidak mengonsumsi nasi agar menu dapat disesuaikan.
“Ini hari pertama, kami akan terus memantau dan melakukan evaluasi bersama pihak dapur agar program ini berjalan semakin baik ke depannya,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















