SUARA CIREBON – Jaringan pipa transmisi utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon, pecah, pada Rabu, 4 Februari 2026 malam.
Imbasnya, sebanyak kurang lebih 30.000 pelanggan atau sekitar 50 persen dari total pelanggan PDAM Tirta Giri Nata mengalami gangguan pasokan air bersih.
Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari menjelaskan, pipa yang pecah merupakan pipa distribusi utama di kawasan Plangon, Sumber, Kabupaten Cirebon. Titik pipa pecah berada di jalan Sumber-Mandirancan yang memiliki kontur tanah labil.
“Saya sampai permohonan maaf kepada pelanggan atas kejadian yang tidak diinginkan ini, proses perbaikan kami janjikan tidak akan lama,” kata Sopyan, dalam keterangannya di lokasi kejadian, Kamis, 5 Februari 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, lanjut Sopyan, pipa yang mengalami kerusakan merupakan pipa peninggalan tahun 1978. Meski secara teknis diklaim masih layak karena usia pakai pipa sejenis bisa mencapai 50 tahun, faktor eksternal diduga menjadi penyebab utama kerusakan kali ini.
“Kebocoran ini kemungkinan besar terjadi karena beban kendaraan di atas jalan raya, ditambah lagi kondisi tanah di daerah sini yang nanjak dan labil,” ujar Opang –sapaan akrabnya.
Pihak manajemen merencanakan untuk melakukan penggantian pipa pada titik yang rusak tersebut guna mencegah kebocoran serupa di masa depan.
Menurutnya, insiden tersebut mengakibatkan kehilangan air yang cukup signifikan. Diperkirakan volume air yang terbuang akibat kebocoran ini mencapai 75.000 meter kubik per hari.
“Secara finansial, kerugian yang diderita perusahaan (Perumda Tirta Giri Nata, red) diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” katasnya.
Untuk membantu pelanggan yang terdampak, PDAM Tirta Giri Nata telah melakukan langkah-langkah darurat, di antaranya, pengerahan tiga unit mobil tangki untuk menyuplai air bersih ke permukiman warga terdampak.
“Kami mendapatkan dukungan bantuan teknis berupa armada tangki tambahan dari PDAM kota/kabupaten sekitar,” ujar Opang.
Opang menyebut, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua hari, dengan catatan kondisi cuaca di lapangan mendukung proses pengerjaan.
“Sekali lagi atas nama PDAM Tirta Giri Nata kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau warga untuk bersabar selama proses normalisasi aliran air dilakukan,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















