SUARA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon akan mengevaluasi pelaksanaan Festival Ramadan di Jalan Siliwangi yang telah berjalan hampir satu pekan, menyusul adanya keluhan dari sejumlah pedagang terkait lapak yang tidak sesuai nomor undian hingga dugaan pengambilalihan area lapak untuk parkir kendaraan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengakui adanya sejumlah persoalan di lapangan yang perlu segera dibenahi terkait pelaksanaan Festival Ramadan tersebut. Menurutnya, kegiatan Festival Ramadan sejatinya merupakan upaya Pemkot Cirebon memberikan ruang yang representatif bagi ratusan pelaku UMKM untuk menjajakan produk unggulan mereka.
Menurut Edo, hingga hari keenam pelaksanaan, Selasa, 24 Februari 2026, kegiatan pasar takjil masih berjalan lancar dan kondusif.
“Ini belum satu minggu, masih beberapa hari. Sesuai rencana, setiap satu minggu sekali akan kita evaluasi. Kita lihat apa saja kekurangannya dan langkah perbaikannya seperti apa,” ujar Edo, Rabu, 25 Februari 2026.
Berdasarkan laporan yang ia terima, dari total 498 lapak yang telah disiapkan Pemerintah Kota Cirebon, belum seluruhnya terisi. Beberapa pedagang diketahui tidak hadir sehingga masih terdapat lapak kosong.
Edo menilai, kondisi tersebut seharusnya bisa menjadi solusi sementara bagi pedagang yang merasa kehilangan lapak akibat pergeseran atau ketidaksesuaian nomor.
“Saya lihat masih banyak lapak kosong karena ada yang tidak hadir. Itu bisa dimanfaatkan sementara oleh pedagang yang lapaknya bermasalah,” katanya.
Di lapangan, Edo juga menemukan adanya pedagang yang menempati lapak tidak sesuai dengan nomor undian. Namun selama situasi tetap kondusif dan tidak merugikan pedagang lain yang berhak, hal tersebut untuk sementara masih ditoleransi.
“Memang ada yang tidak sesuai nomor saat pengambilan. Selama tidak menimbulkan ekses dan tidak mengambil hak pedagang lain yang hadir, sementara ini kita persilakan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan keluhan pedagang, termasuk yang tidak bisa berjualan karena lapaknya digunakan untuk parkir, akan menjadi perhatian serius dalam evaluasi mendatang.
“Kalau memang ada yang sampai tidak bisa berdagang karena lapaknya diambil alih parkir, itu tentu menjadi bahan evaluasi kita,” tegas Edo.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menyatakan tidak akan melakukan penutupan Jalan Siliwangi secara permanen selama kegiatan Festival Ramadan tahun ini. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi untuk memastikan keseimbangan antara dukungan terhadap pelaku UMKM dan hak pengguna jalan.
Kepala Dishub Kota Cirebon Andi Armawan menjelaskan, rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bersifat situasional.
“Kita tidak akan lakukan penutupan, tetapi manakala terjadi kemacetan di titik lain yang berdampak ke jalur tersebut, kita akan coba rekayasa buka-tutup saja,” kata Andi saat dikonfirmasi, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Andi, dengan lebar Jalan Siliwangi antara 15 hingga 17 meter, jika terpakai untuk tenda 2 meter di sisi kiri dan kanan jalan total 4 meter, masih tersisa ruang lebar jalan sekitar 6 hingga 7 meter yang dapat dimanfaatkan kendaraan roda empat dari dua arah.
“Kami pentingnya memberikan ruang bagi publik tanpa mengorbankan kenyamanan pejalan kaki maupun pengendara,” tandasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















