SUARA CIREBON – Sejumlah calon investor yang menjajaki Kabupaten Cirebon kerap menanyakan kesiapan tenaga kerja lokal untuk posisi teknisi, operator mesin modern, dan tenaga ahli manufaktur.
Terkait hal itu, Bupati Cirebon, H Imron memandang, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi agenda mendesak untuk menarik investasi berbasis teknologi dan padat modal.
“Sejauh ini keterbatasan sumber daya manusia (SDM) terampil menjadi hambatan Kabupaten Cirebon untuk bertransformasi dari industri padat karya berupah rendah, menuju industri bernilai tambah tinggi,” kata Bupati Imron, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Imron, industri di Kabupaten Cirebon masih didominasi sektor padat karya seperti garmen, furnitur, dan kerajinan rotan.
“Sektor padat karya memang menyerap banyak tenaga kerja, namun rentan terhadap fluktuasi pasar global,” ujarnya.
Imron menyebut, ketergantungan pada industri padat karya berisiko menahan laju transformasi ekonomi.
“Hal ini karena margin keuntungan pada industri padat karya tipis dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) saat permintaan pasar melemah tinggi,” katanya.
Sementara, imbuh Imron, sejumlah calon investor berbasis teknologi dan padat modal kerap menanyakan kesiapan tenaga kerja lokal.
“Investor berbasis teknologi membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Tanpa itu, sulit bagi Cirebon untuk naik kelas,” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi Pemerintah Kabupaten Cirebon, Imron menyebut, mayoritas tenaga kerja lokal masih lulusan pendidikan menengah.
“Sementara untuk memenuhi kebutuhan industri modern, diperlukan tambahan kompetensi seperti penguasaan mesin otomatis, literasi digital, dan pemahaman sistem produksi berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah memperkuat sinergi dengan sekolah kejuruan dan balai latihan kerja guna menyesuaikan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri.
Selain peningkatan kompetensi SDM, pemerintah daerah juga menyiapkan perbaikan infrastruktur, kepastian regulasi, serta kawasan industri terintegrasi untuk menarik investasi bernilai tambah.
“Kami menargetkan investasi yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















