SUARA CIREBON – Polresta Cirebon mengecek kesiapan sarana dan prasarana Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon itu, dipimpin langsung Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama.
Dari hasil pengecekan diketahui, jumlah sarana prasarana (sarpras) yang akan digunakan selama kegiatan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 sebanyak traffic cone 250 unit, water barier 200 unit, trailing 100 unit, tolo-tolo 300 unit. Selain itu turut digunakan sebanyak 500 batang bambu dan rambu portable dan petunjuk arah 50 unit.
Kapolresta Cirebon Kombes, Pol, Imara Utama, menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengecek alat-alat yang akan digunakan untuk pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Nantinya, alat-alat itu akan ditempatkan di sepanjang jalur pantura mulai dari Susukan sampai Plered sebanyak 44 titik dan sepanjang jalur Astanajapura sampai losari sebanyak 33 Titik.
”Jadi seperti kita ketahui Cirebon merupakan titik pertemuan arus baik arteri maupun jalan tol. Kami memiliki 50 kilometer panjang ruas tol yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon dan kami memiliki 5 gate tol dari Palimanan, Plumbon, Ciperna, Kanci, dan Ciledug,” kata Kombes Pol Imara Utama.
Menurut Kapolresta, seluruh perlatan tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan mudik Lebaran. Diharapkan dengan adanya alat-alat penunjang Operasi Ketupat Lodaya 2026 bisa mempermudah dan membantu masyarakat agar tidak tersesat ataupun tidak terganggu dalam perjalanannya.
”Kami berharap dengan adanya rekayasa dan mekanisme yang diterapkan, dapat mewujudkan kamseltibcarlantas khususnya di wilayah hukum Polresta Cirebon guna menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran dalam waktu dekat,” ucapnya.
Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026, lanjut Imara, Polresta Cirebon akan mendirikan sejumlah pos pengamanan (Pos Pam) dan pos pelayanan (Pos Yan).
“Pos tersebut terdiri atas 1 pos utama, 1 pos terpadu, 3 pos pelayanan, serta 11 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
“Jangan lupa selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri,” tandasnya.
Sehari sebelumnya, Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.
Selain Forkopimda tampak hadir dalam rakor kepala rumah sakit di wilayah hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B.
Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun para pemudik. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik.
“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik, oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” kata Kapolresta.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















