SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon akan menyiapkan 20 pos kesehatan guna melayani masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni mengatakan, pos kesehatan tersebut akan didirikan di sejumlah titik strategis, agar dapat dimanfaatkan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Menurut Eni, pelayanan pos kesehatan akan berlangsung mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Pelaksanaan pos kesehatan ini mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan serta mengikuti arahan dari pihak kepolisian dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya.
“Pelayanan pos kesehatan dimulai dari 14 Maret sampai 29 Maret 2026,” ujar Eni, Senin, 9 Maret 2026.
Eni menjelaskan, dari total 20 pos kesehatan yang disiapkan, empat di antaranya berada di jalur tol, yakni di Rest Area KM 207 A, 208 B, 228 A, dan Rest Area KM 229 B.
Sementara itu, 11 pos kesehatan lainnya didirikan di jalur utama pemudik, di antaranya di Bunder (Kecamatan Susukan), Jungjang (Arjawinangun), Ramayana (Plered), Kedawung, Kapetakan, Celancang, Pasar Mundu, Exit Tol Kanci, Gebang, dan Losari.
Sementara empat pos kesehatan lainnya berada di jalur altrenatif yakni di wilayah Dukupuntang, Mountoya, Lemahabang, dan Ciledug.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menyiagakan sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari 188 dokter, 928 perawat, 736 bidan, serta 1.211 tenaga kesehatan lainnya.
Menurut Eni, para tenaga kesehatan dari Dinkes Kabupaten Cirebon akan bertugas secara bergantian dalam tiga sif, yakni pagi, siang, dan malam.
“Mereka akan bekerja secara bergantian dalam tiga sif, sehingga pelayanan kesehatan kepada pemudik dapat berjalan selama 24 jam,” jelas Eni.
Selain tenaga medis, Dinas Kesehatan juga menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung seperti obat-obatan, peralatan medis, serta mobil ambulans yang disiagakan di sejumlah titik.
Eni menambahkan, ribuan tenaga kesehatan tersebut berasal dari 60 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Cirebon. Selain itu, sebanyak 13 rumah sakit juga turut dilibatkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran.
Tidak hanya itu, sebanyak 85 klinik pratama dan 25 klinik utama juga ikut dilibatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi para pemudik.
“Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran ini menjadi prioritas kami, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Eni mengimbau masyarakat agar mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik. Ia menyarankan agar pemudik memastikan kondisi fisik tetap prima dengan beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan secukupnya saat sahur, serta menambah asupan vitamin untuk menjaga kebugaran tubuh.
Pemudik juga diminta tidak memaksakan diri dan disarankan beristirahat setiap empat jam sekali untuk menghindari kelelahan.
“Jika sudah lelah jangan dipaksakan, sebaiknya istirahat setiap empat jam sekali. Dan menjaga emosi selama perjalanan juga enggak kalah pentingnya,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















