SUARA CIREBON – Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur Kota Cirebon meningkat signifikan selama Ramadan 2026.
Aktivitas masyarakat yang lebih tinggi, terutama dari rumah tangga dan sektor perdagangan, membuat frekuensi kendaraan pengangkut sampah bertambah drastis.
Kepala UPT TPA Kopi Luhur pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Entis Sutisna, mengatakan pada hari biasa, volume sampah yang masuk ke TPA Kopi Luhur berkisar 200 ton per hari.
Namun, kata dia, selama Ramadan, jumlah ini melonjak seiring meningkatnya aktivitas warga, mulai dari kegiatan memasak di rumah hingga transaksi jual beli makanan untuk berbuka puasa.
“Selama Ramadan, intensitas sampah memang lebih tinggi. Kalau biasanya satu titik hanya satu rit truk, sekarang bisa sampai tiga rit,” ujar Entis, Jumat kemarin, 13 Maret 2026.
Ia memaparkan, lonjakan sampah didominasi sampah rumah tangga, seperti sisa makanan dan kemasan plastik, serta limbah dari aktivitas perdagangan makanan musiman.
Menurutnya, kondisi ini hampir selalu terjadi setiap Ramadan karena konsumsi masyarakat meningkat, terutama menjelang waktu berbuka dan sahur.
Dijelaskan Entis, TPA Kopi Luhur memiliki luas sekitar 14 hektare. Dari total luas tersebut, sekitar delapan hektare sudah terisi timbunan sampah. Di area dekat pintu masuk, tumpukan sampah saat ini diperkirakan mencapai 15 meter.
Kondisi ini semakin diperparah faktor cuaca. Musim hujan membuat akses jalan menuju titik pembuangan menjadi licin dan rawan amblas. Akibatnya, kendaraan pengangkut kesulitan mencapai area yang lebih dalam.
Dampaknya, kata Entis, sampah terpaksa dibuang di area dekat pintu masuk, sehingga tumpukan di bagian depan terlihat semakin tinggi.
Solusi sementara, pengelola TPA Kopi Luhur membuka jalur pembuangan baru di area yang lebih rendah agar distribusi sampah lebih merata.
“Di bagian depan sudah tidak memungkinkan untuk pembuangan, jadi kami membuka akses ke area bawah. Saat ini masih tahap uji coba karena cuaca sedang cerah,” jelas Entis.
Selain membuka jalur baru, pengelola juga berharap ada perbaikan akses jalan, terutama melalui pengecoran, agar kendaraan pengangkut sampah tetap bisa beroperasi meski hujan turun.
DLH Kota Cirebon juga tengah mempersiapkan penerapan sistem sanitary landfill di TPA Kopiluhur. Sistem ini memungkinkan pengelolaan sampah lebih tertata, termasuk penutupan lapisan tanah secara berkala untuk mengurangi bau dan dampak lingkungan.
“Harapannya, tumpukan sampah yang saat ini berada di area dekat pintu masuk bisa berangsur-angsur berkurang,” pungkas Entis.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















