SUARA CIREBON – Bupati Cirebon, H Imron akhirnya angkat bicara terkait polemik acara dangdutan dalam kegiatan halalbihalal yang dilakukan Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Cirebon.
Dengan gayanya yang khas, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon ini memberikan sindiran tajam kepada kepala DPPKBP3A atas peristiwa yang sempat viral tersebut.
“Kenapa isun bli diundang (kenapa saya tidak diundang),” ujarnya kepada awak media seraya disambut gelak tawa pewarta, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menilai, dangdutan yang digelar di acara halalbihalal DPPKBP3A itu mencederai semangat efesiensi anggaran dan mengganggu lingkungan sekitar perkantoran Pemkab Cirebon. Namun di balik candaan tersebut, Imron menyampaikan keprihatinan serius.
“Saya rasa kegiatan tersebut kurang tepat tepat, terutama di tengah upaya pemerintah daerah yang sedang mendorong efisiensi anggaran. Kalau halalbihalal ya sederhana saja. Tidak perlu ada dangdutan. Sekarang kita sedang efisiensi anggaran,” katanya.
Menurut Imron, para pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon harus lebih peka dalam mengambil kebijakan. Ia mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan akan langsung mendapat sorotan publik, terutama di era media sosial saat ini.
“Masyarakat sekarang sudah cerdas. Semua bisa dilihat dan dinilai. Jangan sampai acaranya malah mengganggu lingkungan sekitar,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, acara musik dangdut organ tunggal berbalut halalbihalal yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Cirebon di halaman kantor dinas setempat, menuai reaksi berbagai kalangan, Senin, 30 Maret 2026.
Pasalnya, suara sound system yang menggelegar sejak pagi hingga siang hari itu, dinilai menggangu aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di dinas lainnya, yang tidak jauh dari kantor DPPKBP3A. Suara organ tunggal juga mengganggu aktivitas para anggota DPRD di gedung seberang yang sedang menggelar rapat paripurna.
Selain mengganggu aktivitas instansi lain di sekitar kantor DPPKBP3A, publik pun mempertanyakan pelayanan publik di 40 UPT di bawah DPPKBP3A, karena hampir semua pegawai berkumpul di lokasi organ tunggal.
Ironisnya, kegiatan tersebut digelar di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melakukan efesiensi anggaran.
Kegiatan dangdutan di acara halalbihalal DPPKBPPPA Kabupaten Cirebon ini viral di media sosial (medsos). Mayoritas warganet menilai acara tersebut tidak etis dan mempertanyakan ketaatan dinas dalam melaksanakan instruksi efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















