SUARA CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kembali menggelar Cirebon Inovasi Festival (Cinofes) di GOR Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kamis, 9 April 2026.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, mengatakan, Cinofes merupakan ajang untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi bukan hanya dari perangkat daerah, tapi juga para pelajar, kalangan akademisi hingga pihak swasta.
Menurutnya, Cinofes menampilkan banyak inovasi dari sejumlah SKPD seperti Bapperida, Bapenda, dan Disdukcapil. Salah satu inovasi yang ditampilkan Disdukcapil adalah aplikasi untuk mempermudah masyarakat.
“Banyak inovasi yang ditampilkan di Cinofes ini, termasuk dari sejumlah SKPD seperti Bapperida, Bapenda, dan Disdukcapil,” ujar Jigus, sapaan akrab Wabup.
Selain dari perangkat daerah, inovasi juga datang dari kalangan pelajar. Sejumlah sekolah yang turut memamerkan inovasinya, di antaranya dari Kecamatan Gegesik dan Beber.
Menurut Jigus, keterlibatan masyarakat dalam ajang inovasi ini menjadi indikator positif dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami sangat bangga karena masyarakat ikut berinovasi. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik berupa anggaran maupun fasilitasi, agar inovasi ini bisa terus berkembang,” ungkapnya seraya berharap, agar Cinofes mampu melahirkan terobosan yang mendukung program pembangunan daerah.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Cirebon, Eva Musyaerofah, menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan indeks inovasi daerah yang setiap tahun dinilai oleh pemerintah pusat dan provinsi.
“Semakin banyak inovasi, maka indeks inovasi daerah akan meningkat dan berpotensi mendapatkan insentif anggaran,” kata Eva.
Menurut Eva, ajang Cinofes ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, sektor swasta, hingga rumah sakit. Keterlibatan pihak-pihak tersebut, terutama pihak sekolah dan perguruan tinggi, untuk menggali potensi inovasi yang selama ini belum tergali secara optimal.
Salah satu inovasi yang ditampilkan berasal dari perguruan tinggi di ajang tersebut, mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar skala rumah tangga.
“Kami berharap inovasi seperti ini bisa direplikasi, terutama untuk penanganan sampah yang masih menjadi persoalan besar,” jelasnya.
Eva menjelaskan, Pemkab Cirebon juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah. Kerja sama tersebut guna mendukung pengembangan inovasi di Kabupaten Cirebon.
“Kerja sama dengan BRIN sedang dalam proses. Harapannya teknologi ini bisa diterapkan lebih luas di masyarakat,” harapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















