SUARA CIREBON – Isu adanya keretakan hubungan antara Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dan Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, mendapat perhatian serius Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon.
Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Arief Setiawan mengatakan, PKB menekankan pentingnya landasan etika politik dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Menurutnya, wakil wali kota memiliki legitimasi politik dan konstitusional yang setara dalam struktur pemerintahan daerah dengan wali kota. Oleh karenanya, pelibatan wakil wali kota (Wawali) dalam pengambilan keputusan strategis, seperti rotasi dan mutasi pejabat, merupakan kewajiban prinsipil yang tidak boleh diabaikan.
“Pelibatan Wawali bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari prinsip kolektif-kolegial. Apa yang disampaikan Ibu Farida kepada media mengenai minimnya komunikasi harus dibaca sebagai ‘alarm’ etika pemerintahan, bukan sekadar ekspresi personal,” ujar Ibas, sapaan akrab Ide Bagus Arief Setiawan dalam keterangannya, Rabu, 6 Mei 2026.
Mmenurutnya, sebagai salah satu partai pengusung utama pasangan Edo-Farida hingga berhasil menang Pilkada 2024, PKB menegaskan, kekuatan pemerintahan lahir dari sinergi, bukan dominasi satu pihak. Menurut Ibas, stabilitas birokrasi sangat bergantung pada kepercayaan antarpimpinan yang dibangun melalui komunikasi terbuka dan saling menghormati komitmen.
Ia menilai sikap terbuka yang ditunjukkan Siti Farida terkait kondisi internal pemerintahan justru merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap profesionalitas ASN dan transparansi sistem.
“Kami mendorong semua pihak, termasuk Wali Kota Effendi Edo, untuk melakukan muhasabah (introspeksi). Jangan lupakan bagaimana proses awal dulu mengajak Ibu Farida untuk berjuang bersama di Pilkada,” tegasnya.
Ibas secara terbuka mengkritik gaya kepemimpinan yang lebih menonjolkan ego. Menurutnya, selama ego lebih dikedepankan, maka upaya memperkuat pola komunikasi di tubuh pemerintahan akan menemui jalan buntu.
“Kepemimpinan yang matang bukan diukur dari siapa yang paling dominan, tetapi dari seberapa kuat kemampuan membangun kebersamaan dalam mengabdi kepada warga kota,” tambah Ibas.
Ia menegaskan, PKB Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mengawal marwah kepemimpinan daerah yang setara. Hal ini dilakukan demi menjaga mandat rakyat serta memastikan peran strategis Wakil Wali Kota tetap terjaga dalam roda pemerintahan demi kepentingan masyarakat Kota Cirebon.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















