SUARA CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon kembali melanjutkan rangkaian kunjungan monitoring ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pada Kamis, 4 Juni 2026 lalu.
Salah satu SKPD yang dikunjungi Komisi I adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon. Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, menyampaikan, saat ini Disdukcapil mengelola sedikitnya 20 item pelayanan administrasi kependudukan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kunjungan tersebut, lanjut Agung, untuk memastikan seluruh jenis pelayanan yang ada di Disdukcapil diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Agung mengakui, Disdukcapil masih menghadapi kendala klasik terkait keterbatasan anggaran. Alokasi anggaran yang ada saat ini baru sebatas untuk mendanai operasional pelayanan kependudukan dasar, sehingga pengembangan program pelayanan belum bisa berjalan secara maksimal.
“Kami melihat masih ada keterbatasan anggaran, sehingga pelayanan soal kependudukan pun belum bisa maksimal. Anggaran yang dialokasikan ke Capil baru sebatas soal pelayanan kependudukan saja,” ujar Agung.
Selain masalah anggaran, Komisi I juga menyoroti kondisi gudang arsip Disdukcapil yang dinilai sudah dalam kondisi memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
Agung meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengamankan gedung arsip tersebut, mengingat banyaknya dokumen negara yang bernilai penting di dalamnya.
Keamanan dokumen ini dinilai krusial karena Disdukcapil merupakan instansi yang rentan menghadapi gugatan hukum dari warga, khususnya terkait sengketa harta gono-gini di pengadilan maupun di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Menanggapi masukan dari Komisi I, Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan, menyatakan kesiapannya untuk terus meningkatkan kinerja instansi yang dipimpinnya.
Sesuai dengan arahan Petunjuk Walikota dan Wakil Walikota Cirebon saat pelantikan, Disdukcapil kini gencar memperbanyak kegiatan “jemput bola” dengan hadir langsung di tengah masyarakat.
“Hitungannya sudah 2 bulan 7 hari kami berjalan dan kami merasakan betul aura masyarakat yang sangat membutuhkan kehadiran pelayanan langsung dari Disdukcapil,” ungkap Andi Armawan.
Di sisi lain, Andi tidak menampik adanya tantangan besar di era digital saat ini. Di saat Disdukcapil dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi digital, masih ada sebagian kelompok masyarakat yang belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Hal inilah yang menjadi target kinerja Disdukcapil ke depan untuk meningkatkan program kerja yang lebih inklusif.
Secara khusus, Andi menegaskan komitmennya untuk menyentuh kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan.
“Target kami adalah bagaimana pelayanan ini bisa menyentuh masyarakat yang rentan, baik dari segi kesehatan, faktor usia (lansia), hingga masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Ini adalah tanggung jawab kami. Memang tidak mudah, tetapi tugas ini tidak akan terasa berat jika dilaksanakan dengan komitmen dan kekompakan bersama,” jelas Andi.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.



















