SUARA CIREBON – Rombongan terakhir jemaah haji asal Kabupaten Cirebon yang tergabung dalam kloter 40 telah tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pada 30 Juni 2026 lalu.
Dari 2.517 jemaah haji reguler didampingi tujuh petugas yang berangkat ke Tanah Suci, tiga jemaah masih berada di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cirebon, H Mualim Tamim mengatakan, pada musim haji tahun ini Kabupaten Cirebon memberangkatkan 2.517 jemaah haji reguler yang didampingi tujuh petugas haji.
“Awalnya terdapat 2.517 jemaah haji reguler yang didampingi tujuh petugas. Adapun jemaah yang telah pulang ke Tanah Air berjumlah 2.506 orang ditambah tujuh petugas haji, sebanyak delapan Jemaah meninggal dunia dan tiga masih berada di Arab Saudi karena sakit,” kata Tamim didampingi Kasub Bag TU, H Ahmad Khotib Haryanto, Selasa, 7 Juli 2026.
Ketiga Jemaah yang masih berada di Arab Suadi adalah Darsono (kloter 40) asal kecamatan Weru, Sumini (kloter 40) asal kecamatan Ciwaringin dan Rasidi (kloter 13) asal kecamatan Suranenggala.
“Kami sendiri melalui kanwil selalu koordinasi dengan yang bertugas di Arab Saudi terkait kondisi jamaah tersebut,” ujar Tamim.
Mmenurut Tamim, pemulangan tiga jemaah haji tersebut menunggu perintah dari kantor urusan haji yang berada di Arab Saudi. Jika kondisi kesehatan tiga jemaah haji tersebut membaik, maka secepatnya akan dipulangkan ke kampung halaman.
“Kalau ada kabar baik untuk dipulangkan maka langsung dipulangkan. Nanti kami dan dari kanwil yang akan menjemput langsung ke bandara beserta keluarga. Kalau kondisinya belum pulih dan harus membawa mobil ambulans maka akan kami bawa,” katanya.
Tamim mengimbau keluarga tiga jemaah haji tersebut untuk bersabar dan terus berdoa bagi kesembuhan kerabatnya. Karena menurutnya, standar rumah sakit di Arab dan di Indonesia berbeda.
“Contohnya, penunggu pasien, rumah sakit di Arab itu benar-benar melarang adanya penunggu, jadi pasien dibiarkan sendiri,” jelasnya.
Pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak urusan haji Arab meminta perkembangan kondisi tiga pasien tersebut.
“Jadi kalau terjadi sesuatu pasti pihak keluarga akan mendapatkan kabar. Keluarga juga jangan panik dan resah. Berdoa saja untuk kesembuhan tiga jamaah haji tersebut,” imbaunya
Tamim mengatakan, berdasarkan evaluasi sementara, pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026 ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pihaknya berharap nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalankan diterima Allah SWT dan seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















