SUARA CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon terus berupaya memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas sektor dan peningkatan peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) di seluruh Puskesmas.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan, tenaga promkes merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif).
Keberhasilan berbagai program kesehatan, termasuk percepatan penurunan angka stunting, sangat bergantung pada aktifnya tenaga promkes memberikan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat.
“Bagaimana stunting bisa turun kalau tenaga promkes tidak bergerak ke lapangan, tidak memberikan edukasi, dan tidak hadir di posyandu. Promkes itu berada di hulu, sehingga memiliki peran yang sangat strategis,” ujar Eni Suhaeni, Senin, 13 Juli 2026.
Eni meminta seluruh tenaga promkes terus aktif melakukan penyuluhan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai program kesehatan lainnya.
Menurut Eni, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun budaya hidup sehat.
“Beban akan terasa berat jika dipikul sendiri, tetapi akan menjadi ringan apabila dikerjakan bersama-sama,” kata Eni.
Selain fokus mendorong budaya hidup sehat, Eni juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB). Mulai 13 Juli 2026 ini, seluruh desa di Kabupaten Cirebon akan melaksanakan kegiatan skrining TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis.
Melalui kegiatan tersebut, tenaga promkes diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat agar kontak erat pasien TB bersedia menjalani pemeriksaan.
“Kalaupun nanti jumlah kasus yang ditemukan meningkat, justru itu merupakan keberhasilan, karena penyakitnya berhasil ditemukan lebih awal sehingga dapat segera diobati dan mencegah penularan kepada orang lain,” terangnya.
Ia menambahkan, pembudayaan hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak masyarakat untuk menerapkannya. Masyarakat akan mempercayai kalau yang mengedukasinya sudah membiasakan dan membudayakan hidup sehat.
“Bagaimana masyarakat akan mempercayai apa yang kita sampaikan, kalau kita sendiri tidak membiasakan dan tidak membudayakan hidup sehat,” tutur Eni.
Eni mencontohkan, tenaga kesehatan yang mengedukasi masyarakat mengenai bahaya merokok, harus mampu menjadi teladan dengan tidak merokok. Demikian pula dalam menerapkan pola makan sehat.
“Kalau kita mengajak masyarakat mengurangi gorengan atau makanan yang kurang sehat, tetapi kita sendiri justru masih membiasakannya setiap hari, tentu masyarakat akan sulit percaya terhadap edukasi yang kita berikan,” tegasnya.
Menurut Eni, perubahan perilaku masyarakat hanya dapat tercapai apabila para petugas kesehatan menjadi contoh nyata dalam menjalankan pola hidup sehat.
Menjaga kesehatan harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena kesehatan merupakan modal utama bagi setiap individu untuk dapat beraktivitas, berkarya, dan meningkatkan produktivitas.
Melalui penguatan tata kelola di berbagai tatanan kehidupan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap budaya hidup sehat dapat diterapkan secara lebih terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















