SUARA CIREBON – Truk kontainer bernopol B 9105 UM bermuatan air minum dalam kemasan (AMDK) yang terlibat dalam kecelakaan di Gronggong Cirebon diketahui sudah kehilangan kendali dari 120 meter sebelum tempat kejadi perkara (TKP).
Bahkan, dalam perkembangan terbaru, sopir truk mengaku kendaraannya sudah kehilangan kendali sejak awal memasuki turunan di Gronggong Cirebon.
Hal itu terungkap dari hasil olah TKP kecelakaan di Gronggong Cirebon yang dilakukan yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon pada Selasa, 14 Juli 2026.
Anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Aipda Ade Nugraha, menjelaskan, olah TKP tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ade mengungkapkan, hasil olah TKP sementara menunjukkan jarak sejak truk mulai kehilangan kendali hingga titik tabrakan mencapai sekitar 120 meter.
”Dari hasil pengukuran sekitar 120 meter, selain itu, kondisi jalan di lokasi berupa turunan yang panjang, curam, serta terdapat tikungan, sehingga sangat berpotensi menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari pengemudi truk, berdasarkan pengakuannya, kendaraan mulai tidak dapat dikendalikan sejak berada di bagian atas turunan sebelum lokasi tabrakan.
”Pengemudi mengaku sejak mulai jalan di atas sudah kehilangan kendali, namun untuk memastikan apakah penyebabnya rem blong atau faktor lain kami masih melakukan pendalaman,”ujarnya.
Dalam olah TKP ini, Unit Gakkum bersama ahli dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi dan kelayakan kendaraan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Polisi pun terus mendalami penyebab kecelakaan maut ini yang terjadi di Gronggong ruas Jalan Cirebon-Kuningan, tepatnya di turunan Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon pada Senin, 13 Juli 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.
Kecelakaan di Gronggong Cirebon ini melibatkan truk kontainer bernopol B 9105 UM bermuatan air minum dalam kemasan (AMDK). Akibatnya, sekitar lima orang menjadi korban, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Gronggong Cirebon tersebut diduga merupakan seorang ibu dan anaknya yang masih bayi.
Kronologi kecelakaan di Gronggong Cirebon tersebut bermula saat truk kontainer bernopol B 9105 UM tidak dapat dikendalikan dan menghantam sebuah warung makan di pinggir jalan dan menyeruduk empat sepeda motor.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya dua korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, kemudian satu korban lainnya, yang merupakan ayah dari salah satu korban, meninggal dunia saat menjalani perawatan pada Senin, 13 Juli 2026 sore.
Sedangkan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.
”Total korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Satu korban lainnya, seorang siswi SD masih dirawat di rumah sakit,” kata Ade.
Adapun pemilik warung yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut hanya mengalami luka ringan, setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, korban diperbolehkan pulang dan tidak memerlukan perawatan inap.
“Proses penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk menunggu hasil pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















