SUARA CIREBON – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mulai mengaplikasikan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Program tersebut merupakan inovasi baru menaman padi dengan sistem sistem tanam benih langsung (tabela).
Kabid Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon, Apip Sirojudin, menyampaikan, uji coba PM-AAS bakal dilakukan di Kecamatan Susukan, Susukanlebak, Pabuaran dan Kecamatan Dukupuntang. Menurut Apip, kelebihan pertanian modern PM-AAS ini bukan saja mempersingkat masa tanam, tapi juga hasil panen yang melimpah.
Hasil uji coba yang dilakukan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Sukamandi, Kabupaten Subang di 300 hektar lahan; hasil panen untuk satu hektar bisa mencapai lebih dari 10 ton. Jika dibandingkan dengan sistem tanam biasa, ada selisih sekitar 3 sampai ton.
“Keuntungannya hasil panen lebih dari 10 ton dari sistem tanam biasa yang berada di kisaran 6 sampe 7 ton karena tanaman lebih padat. Panen juga jadi lebih cepat, karena padi enggak stress setelah ditanam ulang,” ujar Afif, Kamis, 23 Juli 2026.
Keuntungan lainnya, sistem tabela ini lebih hemat tenaga kerja. Petani tidak lagi membutuhkan banyak pekerja karena penanaman benih padi dilakukan dengan menggunakan alat drumsider. Namun untuk sementara, petani bisa meminjam drumsider di tiap-tiap balai penyuluhan pertanian (BPP).
“Untuk benihnya ada bantuan dari Kementan,” kata Afif.
Meskipun memiliki beberapa keunggulan, namun penggunaan pupuk dalam pertanian modern PM-AAS ini diakui Apip membutuhkan jumlah yang lebih banyak dari sistem pertanian biasa. Selain itu, PM-AAS juga mengharuskan penggunaan pupuk organik subsidi minimal 1 ton untuk satu hektare. Bahkan, pengaplikasian pupuk organik subsidi tersebut bersifat wajib.
“Kalau biasanya yang satu hektar itu butuh pupuk urea 225 kg, naik jadi 300 kg dan NPK jadi 400 kg. Untuk benih juga bertambah, biasanya 25 kg menjadi 70 kg. Tapi untuk benih sih ada bantuan dari Kementan, kalau pupuknya enggak,” kata Afif.
Distan Kabupaten Cirebon menargetkan uji coba di empat kecamatan yakni Kecamatan Susukan, Susukanlebak, Pabuaran dan Kecamatan Dukupuntang dapat terealisasi di bulan Juli ini. Uji coba tersebut dilakukan di lahan petani yang telah memahami sistem Tabela dari sosialisasi yang dilakukan Distan sebelumnya.
Dari sosialisasi yang telah dilakukan Distan, sambutan petani masih beragam. Untuk petani yang adaptif, mereka siap mengikuti program tersebut dan tidak ragu untuk melakukan uji coba. Tapi bagi sebagian lainnya, mereka akan melihat buktinya dulu sebelum menerapkan sistem PM-AAS.
“Kalau petani yang adaptif mengikuti, tapi petani yang biasa, maka dia lihat bukti dulu,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















