SUARA CIREBON – Sejumlah fasilitas di Stadion Ranggajati di Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber kini tengah dilakukan perbaikan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan kawasan olahraga tersebut.
Perbaikan difokuskan pada sejumlah bagian yang dinilai perlu mendapat pembenahan, mulai dari kursi penonton, papan nama stadion, jogging track, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Jois Putra, mengatakan, tujuan perbaikan tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan Stadion Ranggajati untuk olahraga pagi maupun sore hari.
“Yang kita benahi terutama kursi-kursi yang lepas, tulisan Stadion Ranggajati, kemudian yang utama jogging track,” ujar Jois, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Jois, nantinya pada area jogging track akan dilakukan penambahan material gravel agar lintasan lebih nyaman digunakan masyarakat untuk berolahraga. Selain itu, perbaikan juga mencakup pengecatan sejumlah bagian stadion serta pembenahan saluran air.
“Ini sebagai bentuk optimalisasi fasilitas olahraga milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Jois menjelaskan, revitalisasi Stadion Ranggajati tahun ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Cirebon sekitar Rp800 juta. Nilai anggaran tersebut tidak mencakup perbaikan rumput stadion.
Meski belum masuk dalam program tahun ini karena keterbatasan anggaran, namun, Dispora menargetkan perbaikan rumput stadion dapat dialokasikan, termasuk perbaikan GOR Ranggajati.
“Untuk rumput belum ada anggaran. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita lanjutkan sehingga fasilitas olahraga di kawasan Sumber semakin baik,” ujarnya.
Menurut Jois, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki sarana olahraga, tetapi juga menjadi upaya mengoptimalkan aset daerah agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Stadion dan GOR Ranggajati tidak hanya digunakan untuk satu cabang olahraga, melainkan dapat dimanfaatkan berbagai komunitas dan kegiatan olahraga.
“Karena Kabupaten Cirebon wilayahnya luas, tidak mungkin semua kegiatan dipusatkan di satu tempat. Kita ingin fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan berbagai cabang olahraga,” bebernya.
Selain sebagai pusat aktivitas olahraga, kawasan Ranggajati juga memiliki potensi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan fasilitas untuk berbagai kegiatan.
“Kalau ada kegiatan seperti bulu tangkis, basket, atau event lainnya, tentu ada retribusi yang masuk ke pemerintah daerah. Ini juga menjadi bagian dari optimalisasi aset,” papar Jois.
Saat ini pemerintah daerah lebih memilih memperkuat pemeliharaan aset yang sudah dimiliki dibandingkan membangun fasilitas baru. Hal itu dilakukan menyesuaikan kondisi fiskal daerah.
“Kita fokus dulu memperbaiki dan merawat sarana prasarana yang ada agar pelayanan olahraga kepada masyarakat semakin baik, nyaman, dan representatif,” tandasnya.
Saat ini, sejumlah pekerjaan revitalisasi mulai berjalan. Papan nama Stadion Ranggajati telah terpasang, sementara kursi-kursi penonton mulai diperbaiki. Dispora menargetkan beberapa pekerjaan rampung sebelum pelaksanaan kegiatan Agustusan.
Untuk pemasangan gravel jogging track, akan dilakukan setelah rangkaian kegiatan 17 Agustus selesai, agar tidak mengganggu agenda olahraga yang telah dijadwalkan.
“Item pekerjaan yang bisa selesai sebelum 17 Agustus kita prioritaskan dulu. Setelah itu, pemasangan gravel kemungkinan dilakukan akhir Agustus,” kata Jois.
Sementara untuk perbaikan GOR Ranggajati, ia menyebut telah memiliki anggaran terpisah sekitar Rp400 juta dan telah digunakan untuk pembongkaran serta pemasangan lantai vinil.
“Alhamdulillah GOR Ranggajati sekarang sudah memiliki fasilitas futsal berstandar nasional. Ke depan, kita akan berupaya melakukan perbaikan lanjutan agar seluruh kawasan semakin representatif,” ungkapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















