SUARA CIREBON – Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki ruang kolaborasi yang luas, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendorong PKK menjadi penggerak kolaborasi dalam mendukung keberhasilan pembangunan.
Hal tersebut dikemukakan Bupati Cirebon, H Imron, dalam peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan, komitmen Pemkab Cirebon dalam memperkuat peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Menurut Imron, setiap program PKK memiliki ruang kolaborasi yang luas, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan desa.
“Program kesehatan dapat diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), DPPKBP3A, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta berbagai mitra lainnya,” kata Bupati Imron.
Sementara, program peningkatan ekonomi keluarga dapat disinergikan dengan Dinas Koperasi dan UKM dan instansi terkait. Sedangkan bidang pendidikan dapat diperkuat bersama Dinas Pendidikan dan perangkat daerah lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi inovasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon agar seluruh program pokok PKK dapat berjalan lebih optimal melalui dukungan masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan berbagai lembaga, PKK diharapkan mampu mengakselerasi pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Imron menambahkan, gerakan PKK memiliki peran penting dalam mendukung lima dari delapan Asta Cita pemerintah. Peran tersebut meliputi penguatan nilai-nilai Pancasila, ketahanan pangan, pengembangan kewirausahaan dan UMKM, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, dan penguatan peran perempuan.
Pihaknya mengajak seluruh kader PKK untuk terus menanamkan nilai persatuan kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan dan kesehatan.
“Kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Itu tidak cukup menjadi slogan. Harus diwujudkan melalui masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan memiliki ekonomi yang kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Nunung Roosmini mengatakan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluarga, nilai-nilai Pancasila ditanamkan, pendidikan diberikan, kesehatan dijaga, ketahanan pangan dibangun, serta karakter generasi masa depan dibentuk.
“Karena itu, penguatan 10 Program Pokok PKK dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang tangguh dan berkualitas,” ujarnya.
PKK diharapkan terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa melalui pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan pembentukan karakter generasi masa depan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















