SUARA CIREBON – UIN Siber Cirebon melalui Fakultas Syariah menjadi tuan rumah The 6th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCoLaSS) 2026 yang digelar secara hybrid di salah satu hotel di Kota Cirebon, Rabu-Kamis, 26-27 Agustus 2026.
Konferensi mengusung tema “Digital Transformation, Islamic Law, and Global Society: Advancing Justice, Humanity, and Sustainable Civilization”. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pemerhati hukum dan syariah untuk membahas tantangan dan peluang transformasi digital dalam kehidupan masyarakat global.
ICCoLaSS 2026 diikuti 107 peserta secara luring dan 40 peserta secara daring. Sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri turut berkolaborasi, di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Kudus, dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Konferensi juga menghadirkan sejumlah narasumber internasional. Di antaranya Prof. Adam Possamai, Associate Dean Global Partnerships and Advancement pada Faculty of Social Sciences, Arts, Business and Law (SABEL), Western Sydney University, Australia.
Hadir pula Dr. Cecep Soleh Kurniawan, Ketua Program Siswazah Fakulti Syariah, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, serta Prof. Madya Dr. Hadenan bin Tawpek dari Akademi Pengajian Islam Kontemporari dan Pengurusan Halal, Universiti Teknologi MARA, Cawangan Sarawak, Malaysia.
Sementara sesi panel discussion menghadirkan Associate Prof. Dr. Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi, Lecturer Islamic Astronomy Programme, Department Fiqh-Usul & Applied Sciences, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, Malaysia.
Dari UIN Siber Cirebon, konferensi menghadirkan Prof. Dr. H. Adang Djumhur S., M.Ag., Lecturer in Islamic Family Law, Postgraduate Program, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kehadiran Prof. Adang memperkaya pembahasan mengenai hukum keluarga Islam, khususnya dinamika hukum Islam di tengah perkembangan masyarakat dan transformasi digital.
Dalam laporannya, Dr. Izuddin, MA menyampaikan ICCoLaSS 2026 memiliki urgensi di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi dan bekerja, tetapi juga menghadirkan persoalan baru dalam bidang hukum, syariah, etika, kemanusiaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ICCoLaSS diharapkan melahirkan gagasan akademik yang relevan dan solutif sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang hukum dan syariah.
Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA, mengatakan ICCoLaSS bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat kontribusinya dalam menjawab tantangan masyarakat global.
Menurutnya, tema transformasi digital, hukum Islam, dan masyarakat global relevan dengan perkembangan zaman. Perguruan tinggi Islam dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memastikan kemajuan tersebut tetap berpijak pada nilai keadilan, kemanusiaan, kemaslahatan, dan keberlanjutan peradaban.
Dr. Edy menambahkan, kegiatan internasional seperti ICCoLaSS menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas akademik dan reputasi kelembagaan.
Ia juga menyebut konferensi tersebut sebagai bagian dari percepatan menuju guru besar melalui penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, dan jejaring akademik.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















