SUARA CIREBON – Krisis air bersih yang dialami warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon selama puluhan tahun mendapat perhatian Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa. Bersama Bupati Cirebon H Imron dan Wakil Bupati H Agus Kurniawan Budiman, Saan turun langsung meninjau kondisi kekeringan sekaligus mendorong penyiapan solusi permanen bagi warga terdampak.
Saan Mustofa menegaskan persoalan air bersih harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, penanganan krisis air tidak boleh hanya dilakukan ketika musim kemarau tiba.
Pemerintah, kata Saan, harus mencari akar persoalan dan menyiapkan langkah jangka panjang agar masyarakat memiliki kepastian terhadap akses air bersih sebagai kebutuhan primer.
“Kalau kebutuhan dasar ini terganggu, tentu akan berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Saan.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air akan menjadi salah satu isu penting di masa depan. Karena itu, penanganan daerah yang mengalami kekeringan harus dilakukan secara serius dan terintegrasi.
Ia menegaskan penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh dilakukan secara sesaat. Pemerintah harus mencari dan menyelesaikan akar masalah agar warga tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun.
“Dengan demikian, masyarakat memiliki kepastian dan tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun. Oleh karena itu saya disini memfasilitasi dari lintas sektoral untuk berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan kekeringan,” kata Saan.
Bagi ribuan warga Desa Slangit, kata Saan, air bersih merupakan kebutuhan penting untuk mandi, memasak, mencuci, hingga menjaga kesehatan keluarga. Selama puluhan tahun, warga bergantung pada bantuan air bersih ketika musim kemarau.
” Kini setelah puluhan tahun bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau, kehadiran kami kesini untuk memberikan solusi permanen,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengungkapkan kondisi sumber air di Desa Slangit cukup memprihatinkan.
Dari sekitar 20 sumur yang ada di desa tersebut, hanya dua sumur yang masih memiliki ketersediaan air dan tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum optimalnya jaringan pelayanan air perpipaan di wilayah Desa Slangit. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memiliki pertimbangan terkait biaya apabila harus menggunakan layanan air berlangganan.
Pemerintah kini menyiapkan sejumlah alternatif solusi, mulai dari langkah darurat hingga pembangunan infrastruktur air bersih untuk jangka panjang.
Dalam jangka pendek, pemerintah akan terus melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat serta menyediakan toren atau bak penampungan agar warga lebih mudah mengakses air.
Untuk jangka menengah, pemerintah merencanakan pembangunan sistem pompa air dengan memanfaatkan energi surya atau solar cell. Air dari saluran irigasi akan dipompa dan dialirkan menuju titik-titik penampungan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Sementara sebagai solusi jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan sumber air melalui sumur dalam. Air dari sumber tersebut kemudian akan dialirkan menuju bak penampungan untuk dimanfaatkan warga secara bersama-sama.
“Langkah tersebut diharapkan dapat mengakhiri persoalan klasik yang selama puluhan tahun menghantui warga Desa Slangit,” ungkapnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















