SUARA CIREBON – Bupati Cirebon H Imron berencana mengadopsi konsep pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri yang diterapkan salah satu SMK di Kabupaten Bekasi untuk dikembangkan di Kabupaten Cirebon.
Rencana itu muncul setelah Imron melakukan kunjungan ke SMK yang berada di tengah kawasan industri tersebut.
Menurutnya, sistem pendidikan di sekolah itu tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran akademik, tetapi juga keterampilan, penguasaan bahasa, dan pembentukan karakter siswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Di sana anak-anak dididik untuk disiapkan langsung kerja di lingkungan industri situ, ataupun di Jepang dan di Jerman,” ujar Imron, Rabu, 2 September 2026.
Imron mengaku terkesan dengan pola pendidikan yang diterapkan. Selain mendapatkan pembelajaran sesuai jurusan, para siswa juga dibekali berbagai keterampilan dan pendidikan karakter.
“Di samping dididik pelajaran, juga dididik keahlian. Jadi mau jurusannya apa, di sana juga dididik karakter,” katanya.
Pendidikan karakter tersebut, lanjut Imron, diterapkan dalam aktivitas sehari-hari siswa, mulai dari kedisiplinan, kebersihan hingga kepatuhan terhadap tata tertib di lingkungan sekolah.
“Masalah jalan saja diatur, jadi jalannya harus ke tempat yang sudah ditentukan,” tuturnya.
Selain itu, sekolah tersebut juga membekali siswa dengan kemampuan berbagai bahasa. Penguasaan bahasa, terutama bahasa Inggris, menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Saya juga ke sana itu disambut dengan enam bahasa. Nah, itu sangat mantap sekali,” ujar Imron.
Ia berharap konsep pendidikan yang mengintegrasikan akademik, keterampilan, karakter dan kebutuhan dunia industri tersebut dapat mulai diterapkan di Kabupaten Cirebon.
“Kita ingin terapkan di Kabupaten Cirebon. Mudah-mudahan, kalaupun tidak sampai 100 persen seperti mereka, minimal kita ingin diterapkan,” katanya.
Untuk merealisasikan rencana itu, Pemkab Cirebon akan membuka peluang kerja sama dengan kalangan dunia usaha dan industri, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi dan pelatihan calon tenaga kerja.
Imron menilai keterlibatan perusahaan menjadi salah satu faktor penting, terutama jika Kabupaten Cirebon terus mengembangkan kawasan industri.
“Karena di sana itu fasilitas dari perusahaan-perusahaan,” ucapnya.
Namun demikian, rencana penerapan konsep tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah terkait.
“Rencananya itu nanti dirapatkan dulu,” ungkapnya.
Dalam kunjungan ke SMK di Kabupaten Bekasi tersebut, Imron turut membawa sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin).***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















