SUARA CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mengklaim hampir seluruh pelajar di Kabupaten Cirebon melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan data Disdik, angka keberlanjutan pendidikan lulusan SD dan SMP mencapai sekitar 99 persen.
Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, H Ronianto, mengatakan dari 32.016 siswa SD yang mengikuti pendidikan tahun ini, sebanyak 32.002 siswa melanjutkan ke jenjang SMP dan sederajat.
Sementara empat siswa lainnya dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti ujian akhir.
“Sebanyak 32.002 siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Artinya, ada 10 siswa SD yang terindikasi tidak melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan,” ujar Ronianto kepada awak media, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, siswa yang belum melanjutkan pendidikan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian di antaranya berada di Kecamatan Depok, Sumber, Susukan Lebak, Pangenan dan Jamblang. Selain itu, tiga siswa dilaporkan meninggal dunia.
Dari total lulusan SD yang melanjutkan pendidikan, sebanyak 19.813 siswa masuk SMP negeri, 3.107 siswa ke SMP swasta, 5.221 siswa ke madrasah tsanawiyah (MTs), dan 987 siswa melanjutkan ke pondok pesantren.
Selain itu, lima siswa melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu siswa ke sekolah inklusif.
Sebanyak 29.134 lulusan SD melanjutkan pendidikan di wilayah Kabupaten Cirebon. Sementara 2.868 siswa lainnya memilih melanjutkan pendidikan di luar Kabupaten Cirebon.
“Yang melanjutkan pendidikan di luar Kabupaten Cirebon tersebar di SMP negeri sebanyak 1.272 siswa, SMP swasta 461 siswa, MTs 491 siswa dan pondok pesantren 644 siswa,” katanya.

Lulusan SMP yang Tidak Melanjutkan Hanya 26 Siswa
Untuk jenjang SMP, Disdik mencatat sebanyak 26.828 siswa menyelesaikan pendidikan pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 26.802 siswa melanjutkan pendidikan ke SMA dan sederajat.
Mereka tersebar di SMA sebanyak 10.240 siswa, SMK 12.883 siswa, Madrasah Aliyah 1.937 siswa, Madrasah Aliyah Kejuruan satu siswa, Pendidikan Diniyah Formal dua siswa, PKBM 322 siswa, pondok pesantren 188 siswa, SLB satu siswa, serta satu siswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Sementara itu, tercatat 26 siswa tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurut Ronianto, alasan mereka beragam. Sebanyak 17 siswa telah bekerja, dua siswa mengalami persoalan kesehatan atau merupakan penyandang disabilitas, satu siswa menikah, empat siswa terkendala biaya, satu siswa tidak ingin melanjutkan sekolah dan satu siswa lainnya tidak memiliki alasan yang tercatat.
Dari 26 siswa tersebut, sebanyak 11 siswa merupakan warga Kabupaten Cirebon, sedangkan 15 siswa lainnya berasal dari luar Kabupaten Cirebon.
“Jadi kalau persentase, mungkin 99,9 persen warga Kabupaten Cirebon lulusannya itu bisa melanjutkan seluruhnya. Data ini kami peroleh dari sekolah negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Cirebon,” tandasnya.
Ronianto menambahkan, Disdik akan terus berupaya mendorong anak-anak yang belum melanjutkan pendidikan agar kembali bersekolah melalui program PKBM.
Menurutnya, pendidikan melalui PKBM dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya bagi warga berusia di bawah 25 tahun.
“Untuk yang berusia di bawah 25 tahun, bisa melanjutkan ke PKBM dengan gratis karena sudah dibebankan kepada negara,” pungkasnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















