SUARA CIREBON – Wali Kota Cirebon Effendi Edo melantik 26 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Senin, 7 September 2026. Pelantikan berlangsung di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rotasi dan promosi jabatan untuk menata organisasi sekaligus memastikan posisi strategis diisi aparatur yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan perangkat daerah.
Effendi Edo mengatakan, proses rotasi dan promosi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.
“Hari ini kita melaksanakan rotasi dan promosi, ada 26 orang yang dilantik. Tentunya untuk rotasi maupun promosi tidak sembarangan. Kita harus terus melihat dan memantau mana yang paling pas, mana yang paling mumpuni untuk dilakukan rotasi ataupun promosi,” ujar Edo.
Menurutnya, kebutuhan pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Cirebon akan terus berkembang mengikuti dinamika kepegawaian, termasuk adanya ASN yang memasuki masa purnabakti. Karena itu, penataan dan pengisian jabatan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi.
Edo meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur birokrasi, tetapi harus dibuktikan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kepada pejabat yang baru, amanah yang diberikan oleh pimpinan tentunya harus bisa dijalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Jabatan ini bukan untuk main-main, tetapi merupakan satu ikrar diri kita untuk melakukan yang terbaik bagi Kota Cirebon,” tegasnya.
Edo menegaskan, pengangkatan pejabat dilakukan melalui penilaian objektif, transparan, dan berbasis sistem merit serta manajemen talenta. Pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan penempatan pejabat berdasarkan kompetensi, bukan sekadar pertimbangan subjektif.
“Tujuannya satu, memastikan bahwa setiap keputusan di birokrasi ini diambil oleh individu yang kompeten, bukan sekadar karena kebiasaan. Kita tidak sedang membagi-bagi kewenangan, melainkan mendistribusikan beban kerja dan tanggung jawab,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno menjelaskan, promosi jabatan saat ini mengacu pada manajemen talenta yang menjadi bagian dari kebijakan manajemen ASN secara nasional.
“Manajemen talenta sekarang bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh instansi pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia. Jadi, promosi diberikan kepada ASN yang memiliki kompetensi yang cukup atau tinggi, berkinerja baik, dan memiliki integritas. Tiga hal itu menjadi kuncinya,” jelas Budi.
Menurutnya, sistem tersebut mendorong ASN untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi. Rekam jejak kompetensi, kinerja, serta potensi menjadi pertimbangan dalam pengisian jabatan, promosi, maupun rencana suksesi.
“Yang paling penting adalah meningkatkan potensi. Potensi itu dilakukan dengan belajar, berlatih, kemudian mendapatkan sertifikasi profesional. Setelah itu diikuti dengan kinerja yang tinggi. Dua hal tersebut menjadi kunci bagi ASN untuk mengembangkan kariernya,” ungkapnya.
Budi menyebut, manajemen talenta juga membuka peluang yang lebih luas bagi ASN untuk mengembangkan karier berdasarkan kompetensi dan kinerja. Ia mencontohkan, sejumlah ASN yang telah lama berada di jabatan yang sama dapat memperoleh kesempatan promosi setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Dengan manajemen talenta, kesempatan itu selalu ada. Ada yang sudah 10 tahun, bahkan 23 tahun berada pada jabatan yang sama, kemudian dengan adanya manajemen talenta mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk promosi,” katanya.
Ia berharap seluruh ASN Pemkot Cirebon memanfaatkan sistem manajemen talenta untuk terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan pengembangan karier secara profesional.
“Manajemen talenta meminimalisir subjektivitas. Ini merupakan rumusan dan pertimbangan terbaik dari pemerintah untuk pengelolaan ASN di seluruh Indonesia. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan sistem tersebut untuk pengembangan karier masing-masing,” pungkas Budi.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















