SUARA CIREBON – Mahasiswa Fakultas Syariah (Fasya) UIN Siber Cirebon, Syahdan Noer Saputra, terpilih sebagai finalis Duta Batik Indonesia 2026 kategori Dewasa. Mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara Islam (HTNI) itu akan mewakili DKI Jakarta 1.
Syahdan membawa misi memperkenalkan batik kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui ajang tersebut, Syahdan mengusung semangat “Berkarya dengan Budaya, Berprestasi untuk Indonesia”. Ia berkomitmen mengajak generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga menggunakan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Menurut Syahdan, batik tidak sekadar kain atau busana tradisional, tetapi memiliki nilai sejarah, filosofi, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai mahasiswa HTNI, ia menilai pelestarian batik juga dapat diperkuat melalui kebijakan publik, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), serta regulasi yang mendukung keberlangsungan perajin dan UMKM batik.
Syahdan berencana memanfaatkan media digital dan jejaring komunitas untuk memperluas edukasi mengenai batik. Salah satunya dengan mengenalkan filosofi berbagai motif batik kepada generasi milenial dan Gen Z melalui cara yang lebih mudah dipahami.
Baginya, pelestarian batik tidak hanya berkaitan dengan menjaga identitas bangsa, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi para perajin di berbagai daerah.
Duta Batik Indonesia merupakan ajang kompetisi kebudayaan tingkat nasional yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengampanyekan, mengedukasi, dan mempromosikan batik Indonesia. Ajang tersebut diselenggarakan Glamour Look Pageants di bawah naungan PT Putra Anta Gemilang.
Batik sendiri telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2009. Dalam ajang Duta Batik Indonesia, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan penampilan, tetapi juga wawasan budaya, kreativitas, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap pelestarian warisan budaya.
Ketua Prodi HTNI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Rana, mengapresiasi capaian tersebut.
“Prestasi Syahdan menjadi kebanggaan bagi Prodi HTNI. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa mahasiswa hukum juga dapat mengambil peran dalam pelestarian budaya,” ujarnya.
Menurut Rana, latar belakang Syahdan sebagai mahasiswa hukum dapat menjadi kekuatan dalam mendorong perlindungan budaya dan hak para pelaku seni serta perajin.
Apresiasi juga disampaikan Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon, Edy Setyawan. Ia menilai capaian Syahdan menunjukkan pentingnya pengembangan potensi mahasiswa di luar bidang akademik.
“Kami bangga atas capaian Syahdan. Menjadi finalis Duta Batik Indonesia merupakan kesempatan untuk membawa nama baik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus menyampaikan pesan penting tentang kecintaan terhadap budaya bangsa,” tuturnya.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.















