SUARA CIREBON – UIN Siber Cirebon mematangkan persiapan penyelenggaraan The 25th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) 2026 melalui pendampingan dan peninjauan venue oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI bersama tim Pendidikan Islam (Pendis) dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Siber lantai 4 tersebut bertujuan memastikan kesiapan lokasi, sarana dan prasarana, perencanaan anggaran, tata kelola, serta mitigasi risiko menjelang konferensi yang dijadwalkan pada 17–20 November 2026.
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya koordinasi lintas unit untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan optimal. Kegiatan dipandu Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si.
Menurut Aan, keberhasilan AICIS+ 2026 tidak hanya ditentukan kualitas materi dan partisipasi akademisi, tetapi juga kesiapan venue, dukungan teknis, pengelolaan anggaran, dan koordinasi seluruh pihak.
“Persiapan yang matang membutuhkan koordinasi, ketelitian, dan komitmen bersama. Melalui pendampingan ini, kami berharap setiap aspek penyelenggaraan AICIS+ 2026 dapat direncanakan secara terukur, akuntabel, dan sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Aan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap penanggung jawab bidang atau person in charge (PIC) memaparkan kesiapan, rencana kerja, kebutuhan pendukung, serta aspek teknis penyelenggaraan. Paparan dilanjutkan dengan diskusi bersama Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.
Sejumlah masukan diberikan terkait penyempurnaan perencanaan, kelengkapan administrasi, efektivitas penggunaan anggaran, pembagian tanggung jawab, dan mitigasi risiko. Hasil pendampingan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi setiap PIC untuk memperkuat kesiapan bidang masing-masing.
Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Mohamad Ali Irfan, menjelaskan bahwa pendampingan diperlukan untuk memastikan perencanaan kegiatan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik.
Peninjauan tersebut juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan, mengevaluasi perencanaan anggaran, serta memetakan potensi kendala agar dapat ditindaklanjuti sebelum konferensi berlangsung.
Melalui langkah tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap penyelenggaraan AICIS+ 2026 berjalan tertib dan akuntabel sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan, pengembangan studi Islam, serta penguatan jejaring akademik lintas negara.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















