SUARA CIREBON – Kementerian Agama (Kemenag) bersama UIN Siber Cirebon mematangkan persiapan akademik, fasilitas digital, rangkaian acara, hingga strategi publikasi menjelang pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) ke-25 tahun 2026.
Finalisasi persiapan dibahas dalam Rapat Koordinasi Panitia Lokal di Gedung Siber Lantai 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, 21 Oktober 2026. Rapat tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., untuk memberikan arahan strategis kepada panitia.
Koordinasi melibatkan tim Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), dan panitia lokal. Pembahasan mencakup penyempurnaan substansi akademik, kesiapan sarana dan prasarana, tata acara, pengelolaan anggaran, serta promosi di tingkat nasional dan internasional.
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., melaporkan tingginya minat akademisi terhadap konferensi tersebut. Hingga saat ini, tercatat 4.357 pendaftar (authors), dengan 3.420 abstrak masuk dan 386 abstrak dinyatakan lolos seleksi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 311 naskah lengkap (full paper) telah diunggah. Panitia memperpanjang batas waktu pengumpulan naskah hingga 25 Oktober 2026 untuk memberi kesempatan kepada penulis menyempurnakan karya ilmiahnya.
Proses penelaahan naskah selanjutnya dilakukan oleh tim SC yang diperkuat 38 guru besar dari berbagai UIN di Indonesia.
AICIS+ 2026 juga diarahkan untuk mempertemukan kajian keislaman dengan perkembangan sains dan teknologi. Sejumlah tema yang menjadi perhatian meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), kesehatan, energi hijau, dan ketahanan pangan.
Dari sisi fasilitas, panitia menyiapkan gerbang dan lorong videotron, media center, area registrasi, galeri digital, panggung utama, serta pameran inovasi riset dan UMKM. Maskot robot AICIS dan pertunjukan 3D mapping juga direncanakan menjadi bagian dari rangkaian acara.
Sejumlah inovasi yang akan ditampilkan antara lain robot berbasis AI yang dirancang merespons pertanyaan berdasarkan konten 25 kitab, drone untuk mitigasi kebakaran hutan, serta perangkat pendukung ilmu falak.
Sementara itu, tim acara melaporkan penyusunan susunan acara atau rundown telah mencapai 99 persen. Agenda konferensi mencakup pembukaan, sesi pleno, sesi khusus, diskusi paralel, hingga malam budaya yang menampilkan keragaman seni Indonesia dan melibatkan mahasiswa internasional.
Dalam evaluasi tersebut, Amin Suyitno menekankan pentingnya memperluas promosi melalui perguruan tinggi, madrasah, pesantren, dan media sosial. Konsep acara juga diarahkan untuk memadukan teknologi digital dengan kearifan lokal agar AICIS+ memiliki identitas kuat sebagai konferensi internasional yang diselenggarakan kampus berbasis siber.
Aspek efisiensi dan akuntabilitas anggaran turut menjadi perhatian. Sebelumnya, panitia telah mengikuti pendampingan selama dua hari dari Tim Inspektur 2 untuk mengevaluasi rincian anggaran dan memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan.
Melalui koordinasi dan evaluasi berkelanjutan, Kemenag dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan AICIS+ 2026 berlangsung berkualitas, inovatif, dan akuntabel. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.***
Simak update berita dan artikel lainnya dari kami di Google News Suara Cirebon dan bergabung di Grup Telegram dengan cara klik link Suara Cirebon Update, kemudian join.
















