by

Kawasan Berbukit Sinarancang Segera Ditata Jadi Wisata Terpadu, Ada Track Road Race hingga Taman Aneka Buah

Kondisi tanah di Desa Sinarancang yang berbukit, ditopang keberadaan Waduk Setupetok, menyimpan potensi wisata yang strategis. BUMDes pun sudah punya plan untuk mengembangkan kawasan tersebut.

ADALAH Ustad HM Ujang Busthomi yang cerdik menangkap peluang tersebut. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinarancang, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon yang diketuainya, kawasan itu akan dikembangkan menjadi tempat wisata baru yang potensial.

Kepada Suara Cirebon kemarin (29/7), pria yang akrab disama Kang Ujang itu mengatakan, sudah lama tertarik untuk mengembangkan kawasan Sinarancang menjadi destinasi wisata unggulan. Dan, melalui BUMDes yang ia pimpin, ide penataan dan pengembangan wisata alam Sinarancang akan segera direalisasikan.

“Memanfaatkan potensi yang ada di Desa Sinarancang, kebetulan wilayahnya berbukit-bukit. Kemudian ditopang keberadaan Waduk Setupatok. BUMDes pun tertarik untuk menata wisata alam. Ada lahan sekitar 7 hektare yang sudah kami tata,” papar Kang Ujang saat ditemui di kediamannya.

Pihaknya akan menyiapkan banyak spot menarik yang instagramable untuk berfoto ria para pengunjung. Di kawasan itu juga bakal dibuat track road race bagi penggemar olahraga motor adventure.

“Untuk penataan awal kami akan ada jalan untuk road race motor trail. Terus wisata selfi. Ada juga wisata buah-buahan seperti jeruk, semangka, dan jambu. Semua nanti kami tata,” tandas pria yang juga ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon itu.

Untuk nama kawasan wisatanya adalah BUMDes Rancang Jaya. Proses penataannya sedang berjalan, sambil mencari anggaran untuk mengembangkannya.

“Lahannya sudah kami persiapkan. Tapi sudah siap jalan untuk semuanya. Ya bertahaplah anggarannya. Kan juga sambil nyari-nyari,” lanjut dia.

Untuk akses masuk ke lokasi wisata tersebut, sambung Kang Ujang, sedang dikembangkan jalan aspal oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sinarancang dari bantuan gubernur. Ia yakin wisata tersebut sangat membantu pemasukan bagi kas desa.

“Untuk pemasukan kas desanya besar. Apalagi program BUMDes terus dipantau pemerintah pusat. Jadi kami membantu untuk menyukseskan program BUMDes ini,” kata dia.

Rencana pengembangan kawasan wisata terpadu  Desa Sinarancang direspons positif masyarakat sekitar. Bahkan mereka sampai membantu pembuatan jembatan sebagai akses masuk.

Apakah akan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam pengembangannya? Menurut Kang Ujang, sejauh ini belum melibatkan Pemkab Cirebon atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

“Belum melibatkan pemerintah daerah atau provinsi mas,” kata dia seraya mengatakan, penataan wisata tersebut diperkirakan memakan waktu sampai dua tahun. (M Surya)

Comment