by

Bikin Geger Dunia Maya, Kupon Undian Hadiah Sepeda Motor dari Calwu

ARJAWINANGUN, SC – Beragam cara dilakukan Calon Kuwu (Calwu) untuk mendapat dukungan suara dari masyarakat pemilih. Dalam Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak pada Minggu (27/10/2019) kemarin, salah satu Calwu dari Desa Tegelgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, H A, diduga menggunakan cara yang tergolong berani.  Bahkan, cara yang dilakukan Calwu tersebut sempat membuat heboh jagat maya, yakni Facebook.

Dalam menggalang suara pemilih, H A menyiapkan kupon undian dengan hadiah sepeda motor, sepeda MTB dan smart phone Oppo A3S. Kupon akan diundi dua hari setelah Pilwu jika Calwu tersebut menang. Dengan syarat, pemilih bisa menujukkan foto kupon undian dan bukti mencoblos Calwu tersebut.

Kupon undian tersebut diposting akun Facebook Ali Fiqsyi Arafat pada hari pelaksanaan Pilwu. Akun tersebut juga menuliskan status yang mempertanyakan keberadaan kupon undian kepada ketua panitia Pilwu desa setempat. Pasalnya, di dalam kupon undian itu tertulis bahwa kupon akan diundi dua hari setelah Pilwu dilaksanakan, sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan Calwu tersebut.

“Ini hukumnya bagaimana nih? Belum ada penghitungan suara seolah-olah sudah menyatakan menang. Dan apakah ini bukan termasuk kampanye hitam atau bagaimana? Saya orang bodoh hanya ingin bertanya, dan maaf saya posting,” demikian sebagian status akun tersebut.

Postingan akun tersebut sontak memancing komentar dari warga net lainnya. Beragam komentar disampaikan warga net, dari yang menanggapinya dengan bercanda sampai yang menanggapi serius dengan membalas komentar yang menyebutkan aksi yang dilakukan Calwu tersebut sangat tidak mendidik.

Menanggapi postingan tersebut, salah satu pemilih asal desa tersebut, Faozan (28) mengaku sangat tidak setuju dengan cara yang dilakukan Calwu tersebut. Ia mengaku sempat mengomentari postingan tersebut dan mendesak pemilik akun untuk meminta Calwu mengundinya pada hari pelaksanaan Pilwu.  “Kalau menurut saya ya enggak bagus, mencari suara dengan kupon undian. Saya enggak suka karena tidak mendidik,” ujar Faozan.

Sayang, setelah diposting selama sekira 9 jam, pemilik akun tersebut kemudian menghapus postingan beserta statusnya. Untuk mencari tahu kondisi sesungguhnya dan kebenaran keberadaan kupon undian itu, Suara Cirebon mencoba menelusur dan menghubungi pemilik akun tersebut melalui sambungan telepon. Sayang, pemilik akun tak merespons panggilan masuk dari awak media ini. (Islah)

Comment