TALUN, SC – Selama memonitoring ke berbagai desa yang sedang melaksanakan Pilwu serentak, dikatakan Bupati Cirebon H Imron Rosyadi mengakui sebagian besar berjalan dengan lancar dan kondusif selama pemungutan suara berjalan.
Monitoring yang dilakukan Bupati dan jajaran Forkopimda lainnya, diawali di Desa Kecomberan Kecamatan Talun dan diakhiri di Desa Suranenggala Kulon Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon.
Bupati pun berharap kondusifitas masyarakat tidak hanya di awal saja yakni pemungutan suara, namun sampai di akhir dalam hal ini penghitungan suara. Imron pun berpesan kepada calon dan tim sukses untuk siap menerima hasil suara.
“Alhamdulillah saya dengan Polri, pak Kapolres, Dandim dan pak Danlanal yang dari pagi, dimulai dari kecamatan Talun, Kedawung, Gunung Jati terus Kecamatan Suranenggala. Alhamdulillah kita lihat kondusif ya,” kata Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Kecamatan Suranenggala, Minggu (27/10/2019).
Imron mengatakan, Pilwu serentak lebih meriah dibandingkan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) baik pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, atau pun pemilihan legislatif. “Dari pagi, saya lihat warga benar-benar antusias. Ada yang datang dari pagi. Lebih antusias dan lebih meriah dari Pemilu. Saya apresiasi keapda seluruh warga desa yang berpartisipasi dan telah menjaga situasi Pilwu teta kondusif,” katanya.
Selain itu, Imron berharap pasca Pilwu serentak ini, dapat melahirkan para pemimpin desa yang mampu menjalankan program dengan baik serta mensejahterakan masyarakat desanya. “Mudah-mudahan Pilwu serentak ini melahirkan pemimpin yang mampu menjalankan program dengan baik, dan yang terpenting dapat mensejahterakan masyarakatnya,” katanya.
Sebanyak 176 desa di wilayah Kabupaten Cirebon pada Minggu 27 Oktober 2019 melaksanakan pemilihan kuwu atau kepala desa. Sementara Ratusan warga dari Desa Kecomberan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih atau mencoblos calon kuwu Desa Kecomberan yang akan memimpin lima tahun kedepan.
Sejak pukul 05.00 pagi, halaman balai Desa Kecomberan sudah dipadati warga setempat. Mereka rela mengantre di depan pintu masuk pendaftaran, meskipun pemungutan suara dimulai pukulan 08.00 pagi.
“Saya dari jam setengah enam pagi udah ke TPS. Alasannya, karena ingin paling pagi, tapi ternyata enggak, banyak juga yang lebih pagi dari saya,” kata Sarinah (59), warga Desa Kecomberan, Kecamatan Talun. (M Surya)