by

Kembangkan Ekonomi Islam, KNKS Gandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, SC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menandatangani nota kesepahaman dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam kegiatan Seminar Nasional bertema “Cerdas Memanfaatkan Produk dan Jasa Keuangan” yang diselenggarakan di Gedung SBSN Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) kampus setempat, Jumat (8/11/2019).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, kerjasama tersebut merupakan langkah strategis yang sangat bermanfaat untuk kemajuan kampus ini, terutama FSEI. Untuk itu, setelah penandatangan tersebut diharapkan ada output dan tindaklanjutnya.

“Semoga kerjasama ini ada output dan tindak lanjut yang dapat bermanaat. KNKS ini lembaga yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi islam,” katanya.

Bahkan, Sumanta menjelaskan, sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) salahsatu fokus yang saat ini tengah dilakukan adalah meningkatkan ekonomi syariah. Hal itu telah dijalankan yang salahsatunya melakukan dengan melakukan kerjasama juga dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai kabupaten halal.

“Saya sangat senang sekali bisa kerjasama dengan KNKS dan dapat dibreakdown untuk fakultas ini, karena saya yakin banyak ahli yang bisa menindaklanjutinya sebagai standarisasi untuk kurikulum,” jelasnya.

Bahkan, Sumanta mengungkapkan, pihaknya juga memiliki tenaga pendidik magister dan profesor di bidang ekonomi syariah yang dapat membantu KNKS dalam bekerja. Sehingga kerjasama ini dapat berjalan dengan saling menguntungkan semua pihak.

“Saya rasa kepentingan dosen juga dapat ditindaklanjuti, karena kami miliki dosen dengan strata magister dan profesor. KNKS juga butuh tenaga ahli. Ke depan kerjasama ini akan kami breakdown di fakultas, jurusan, dan mamahsiswa untuk ekonomi islam. Terima kasih kepada KNKS yang telah mempercayai kami untuk melakukan seminar nasional dan mou. Ini merupakan kebanggaan untuk IAIN Syekha Nurjati Cirebon, khususnya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam,” pungkasnya. (Arif)

Comment