“Kejadiannya sore, banyak mobil yang berlalu lalang, ada kolt yang rusak, saya pun mendapat video dari orang yang bekerja di situ. Saat kami mendatangi, tempat galian C dijaga ketat dan tertutup, baik sesudah kejadian maupun sebelum kejadian,” jelas Iwan.
Iwan yang juga merupakan ketua dari Aksi Damai Masyarakat Luragung (Ampel) menolak galian pasir, dan sangat menyesali sikap tertutup dari kontraktor, pihaknya pun berencana menggelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Galian C, pada Rabu (4 Maret 2020) dengan rute alun-alun Luragung hingga pendopo Bupati Kuningan.
BACA JUGA: Pelarian Dramatis Kakak Beradik Asal Cirebon Menghindari Kejaran Penculik
“Dengan adanya kejadian tanah bergerak membuktikan galian C Luragung Landeuh telah membuat ekosistem kurang terjaga, dan kami tidak akan bosan dan terus menyuarakan penolakan Galian C di Luragung Landeuh,” ujarnya. (Nung)



















