“Kita sebagai pimpinan tidak akan mengarahkan ataupun menggiring. Silakan mau seperti apa, tergantung usulan dari anggota. Kalau mau diusulkan baru kita respon. Dari hasil musyawarah nantibaru kita ambil keputusan. Kalau nanti keputusan itu TNGC, ya ok, itu keputusan politiknya, kalau ternyata keputusannya Tahura, juga ok, itu keputusan politik juga,” ujarnya.
Ketika ditanya seputar Tahura, Nuzul Rachdy tidak mau berkomentar, dengan alasan ia sendiri tidak mengerti tentang Tahura. “Saya tidak tahu apa itu Tahura. Kalau saya tidak punya konsep seperti itu. Saya konsepnya bagaimana ciremai itu lestari, termanfaatkan oleh mayarakat. Di sana kan ada zonasi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, ya itu harus dimanfaatkan,” tandasnya.
BACA JUGA: Pengisian Wabup Dipercepat
Sementara itu, usulan status TNGC ke Tahura digulirkan oleh beberapa anggota legislatf Kuningan sejak beberapa waktu lalu, bahkan sudah melayangkan surat ke pihak Pemprov Jabar. Akan tetapi usulan legislatif tersebut menuai protes banyak pihak. Usulan DPRD yang ternyata direspon baik oleh Wakil Gubernur Jawa Barat pun dikecam pula sejumlah pegiat peduli lingkungan. (Nung)



















