
SUMBER, SC- Tim penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Pasalnya, ketersediaan stok APD di pasaran semakin langka. Praktis, kelangkaan APD itu membuat harganya melambung tinggi.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriyani Gantina, menjelaskan, Pemerintah tidak bisa memonopoli import APD hingga menentukan harganya. Namun demikian, bukan berarti Pemerintah tidak ada upaya menekan tingginya harga APD dan pengadaannya.
Menurut Selly, saat ini Pemerintah sedang berupaya agar import APD dan alat kesehatan laninnya bisa “dibebaskan” untuk para importir. Karena, kata dia, saat ini impor masih harus melalui Pemerintah sehingga terkesan memperlambat proses pengadaannya.
“Pemerintah tengah berupaya agar impor alat kesehatan terutama masker, rapid tes itu bisa dibebaskan untuk para importir. Agar kebutuhan alat-alat tadi bisa dipergunakan oleh masyarakat umum,” terang Selly usai meninjau Covid Center di SOR Watubelah, Sumber, Jumat (27/3/2020).

Dia menjelaskan, dalam kondisi seperti saat ini Pemerintah sangat membutuhkan para importir. Harus diakui, mereka memang punya akses ke luar yang harus didukung oleh Pemerintah dengan mempermudah proses impor mereka.
“Tinggal bagaimana pemerintah mempermudah proses impor tadi agar kebutuhan alat-alat tadi bisa masuk ke Indonesia sehingga bisa diperjualbelikan dengan bebas dan tidak ada lagi monopoli mengenai harga alat kesehatan untuk masyarakat,” papar Selly.

















