by

Nestapa Pelaku Seni Kabupaten Cirebon di Tengah Pandemi Covid-19

Dengar Curhat Seniman, Dewan Usul Panggung Hajatan Segera Dibuka

KABUPATEN CIREBON, SC- Dampak pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sekira lima bulan ini sangat dirasakan oleh para seniman dan pekerja seni di Kabupaten Cirebon. Bahkan, hingga bulan Juni 2020 ini tidak ada aktivitas berarti yang mereka lakukan. Akibatnya, untuk membiayai kehidupan keluarga, mereka kelimpungan.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Syahril Romdhoni, langsung meresponnya dengan melakukan koordinasi ke Muspida Kabupaten Cirebon. Politisi PDI Perjuangan itu mencoba untuk memfasilitasi kegiatan para seniman agar panggung hiburan pada acara resepsi pernikahan dan resepsi acara lainnya bisa dibuka kembali.

“Saya mendorong Pemkab Cirebon agar segera dibuka. Seperti di derah lain, Brebes, Pemalang, Kota Bekasi dan Makasar sudah dibuka izin keramaian.¬†Saya kasihan, karena mereka pada curhat, lima bulan nganggur, seperti apa kedepannya, mau makan apa anak-anak mereka,” ujar Doni, sapaan akrab Syahril Romdhoni, Selasa (16/6/2020).

Bahkan, Doni mengaku sudah mengusulkan keinginan para seniman Kabupaten Cirebon ke Bupati Cirebon dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Dari hasil pertemuannya dengan bupati, kata Doni, pada prinsipnya bupati tidak ada masalah dan menyetujuinya. Namun, karena yang berhak mengeluarkan izin keramaian adalah pihak kepolisian, sambung Doni, bupati pun meminta agar para seniman juga datang langsung ke pihak yang bersangkutan.

“Pada prinsipnya bupati tidak masalah. Tapi karena izin keramaian adanya di polres, makanya harus ada izin juga dari muspida,” katanya.

Menurut Doni, jika aktivitas panggung hiburan hajatan sudah dibuka kembali, bupati meminta agar acara dilangsungkan dengan menggunakan protokol Covid-19. Yakni tetap memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, setiap orang yang datang suhu tubuhnya dicek dan area disemprot disinfektan sebelum acara.

“Saya sudah¬†meminta kepada bupati untuk segera dibuka resepsi atau hajatan, agar masyarakat seniman, penyewa tarub, rias pengantin bisa punya kehidupan lagi,” paparnya.

BACA JUGA: Sudah Berdiri Lama, Kampus 2 UMC Belum Kantongi Izin

Setelah dirinya bertemu bupati, imbuh Doni, rencananya para seniman dari seni budaya Cisanggarung akan menindaklanjutinya dengan menyampaikan surat permohonan kepada bupati, Ketua DPRD, Kapolres, dan Dandim 0620.

“Kalau nanti dibuka, saya minta mereka jangan pakai panggung yang gede-gede, yang penting ada tarub dan enggak mati lah usaha mereka. Kasihan kan di-lockdown enggak ada kompensasi apapun,” ucapnya. (Islah)

Comment