by

Dapat Nomor Urut 2, Ayu: Maknanya “Lunggu”

KABUPATEN CIREBON, SC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon resmi menetapkan Wahyu Tjiptaningsih dan Cunadi sebagai calon Wakil Bupati (Cawabup) Cirebon pengganti antar waktu (PAW), dalam rapat paripurna penetapan dan pengundian nomor urut yang digelar di ruang rapat paripurna Abhimata, Senin (30/11/2020).

Dalam rapat tersebut, Cunadi ditetapkan sebagai Cawabup nomor urut 1, sementara Wahyu Tjiptaningsih atau yang akrab disapa Ayu ditetapkan sebagai Cawabup nomor urut 2.

Ayu berharap nomor urut 2 menjadi berkah bagi dirinya dan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Ia mengaku bersyukur bisa mendapat nomor urut 2. Menurutnya, nomor 2 memiliki filosofi kuat untuk menduduki jabatan Wakil Bupati Cirebon. Karena dalam bahasa Jawa, nomor 2 artinya kedudukan.

“Nomor 2 itu kalau dalam bahasa Jawa bermakna lunggu, artinya kedudukan. Semoga saya bisa menduduki jabatan wakil bupati seperti yang diamanatkan partai,” kata Ayu kepada sejumlah wartawan.

Ia mengaku siap bersinergi menjalankan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2019-2024. “Saya akan bersinergi (dengan Bupati, red) kalau saya terpilih menjadi Wakil Bupati,” kata Ayu.

Sementara itu, Cawabup nomor urut 1, Cunadi mengangap nomor 1 dalam bahasa Jawa adalah sri, yang berarti padi atau hasil bumi.

Namun, sebagai pendamping, Cunadi mengaku tidak akan menghianati partai. Pasalnya, DPP PDI Perjuangan sudah memberikan mandat kepada Ayu.

“Saya tidak boleh mengkhianati partai. Dan tidak boleh mengkhianati orang yang diberi mandat oleh DPP,” kata Cunadi.

Di tempat yang sama, Bupati Cirebon, H Imron mengaku kesulitan menjalankan tugas tanpa wakil. Ia mengaku sering tidak bisa hadir pada beberapa acara karena jadwal yang bentrok. Dengan terisinya jabatan Wabup nanti, ia akan berbagi tugas dengan Wabup.

BACA JUGA: Fraksi-fraksi Belum Tentukan Cawabup Cirebon Ayu atau Cunadi

“Pemilihannya kan nanti tanggal 2 (Desember). Semoga pemilihannya nanti berjalan lancar,” kata Imron.

Untuk diketahui, pada Pilbup 2018 lalu, PDI Perjuangan mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Sunjaya Purwadisastra dan Imron Rosyadi. Pasangan ini berhasil menang di Pilkada Cirebon kala itu. Namun, sebelum dilantik sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Akhirnya, tidak lama setelah dilantik sebagai Wabup, Imron dilantik sebagai Bupati Cirebon menggantikan Sunjaya pada 1 Oktober 2019. Hingga saat ini Imron menjalankan roda pemerintahan tanpa Wabup. (Islah)

Comment