Rabu, Januari 28, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Cirebon

Masyarakat Tolak Isolasi di Hotel Radiant

Admin by Admin
Selasa, 26 Januari 2021
in Cirebon
Reading Time: 3 mins read
A A

Kepala Divisi Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni.* Foto: Dokumen/Suara Cirebon

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

KABUPATEN CIREBON, SC- Keinginan Pemkab Cirebon untuk menjadikan hotel The Radiant sebagai tempat isolasi terpusat, bak jauh panggang dari api. Pasalnya, setelah resmi dibuka selama lebih dari dua minggu, dari 78 bed (tempat tidur) yang tersedia, sampai saat ini baru terisi 9 bed saja.

Kepala Divisi Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni mengatakan, hingga saat ini, baru 9 orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang mau melakukan isolasi di tempat yang disediakan Pemkab tersebut.

Padahal, menurut Enny, untuk pemusatan tempat isolasi Covid-19 tersebut, Pemkab Cirebon sudah menggelontorkan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Enny menyampaikan, sejauh ini pihaknya sudah menggerakkan pegawai di setiap Puskesmas untuk mengajak masyarakat yang terpapar Covid-19 dan masuk kategori tanpa penyakit penyerta dan gejala agar melakukan isolasi di hotel tersebut.

Namun kenyataannya, kata Enny, masyarakatnya sendiri banyak yang menolak untuk melakukan isolasi di Hotel The Radiant.

“Kita sudah menyiapkan teman-teman di puskesmas, bahwa yang masuk kategori harus isolasi mandiri itu terpusat di Hotel  The Radiant. Ternyata masyarakatnya banyak yang menolak,” kata Enny, usai kegiatan di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (25/1/2021).

Enny menuturkan, dari 39 kamar yang hampir semuanya berisi dua bed, per Senin (25/1) kemarin, hanya diisi oleh 9 orang. Enny menyebutkan, alasan banyaknya masyarakat yang menolak itu karena mereka lebih nyaman melakukan isolasi mandiri di rumah bersama keluarga.

“Alasannya, mungkin mereka lebih enak di keluarganya, padahal kita dan teman-teman puskesmas sudah memaksa,” kata Enny.

Selain itu, sambung Enny, masyarakat dan tenaga kesehatan (Nakes) yang sedang melakukan isolasi di hotel tersebut, juga mengeluhkan kurangnya sarana yang harus disediakan manajemen hotel, yakni jaringan internet atau wifi. Karena, menurut Enny, mereka yang sedang melakukan isolasi itu terdiri dari beragam profesi yang ingin aktivitas secara online bisa tetap berjalan, seperti perawat, dokter hingga dosen.

“Ada beberapa teman juga, ada nakes juga, ternyata sarananya kurang seperti wifi, internetnya tidak bisa diakses. Padahal mereka kan ada yang harus kirim email, bahkan dosen juga harus mengirim materi,” papar Enny.

Berita Terkait

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur

Rabu, 28 Januari 2026
Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa

Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa

Rabu, 28 Januari 2026
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Selasa, 27 Januari 2026
FDKI UIN Siber Cirebon Perkuat Arah Keilmuan Dakwah di Forum Nasional FORDAKOM–APDII

FDKI UIN Siber Cirebon Perkuat Arah Keilmuan Dakwah di Forum Nasional FORDAKOM–APDII

Selasa, 27 Januari 2026

Atas kondisi tersebut, Enny mengaku sudah meminta pihak manajemen hotel agar menyediakan sarana tersebut. Ia juga meminta, agar masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah harus memakai masker sesuai standar, yakni N 95. Karena, saat isolasi mandiri itu diikhawatirkan ada keluarga dalam satu rumah yang terpapar dan memiliki penyakit penyerta atau comorbid.

“Kalau kematian kan tidak bisa ‘diitu’ ya, tapi paling tidak masyarakatnya kalau sudah ada gejala segera datang ke fasilitas kesehatan,” terang Kepala Dinas Kesehatan itu.

BACA JUGA: Januari 2021 Pasien Covid-19 RSUD Arjawinangun Melonjak

Enny menambahkan, yang terjadi selama ini, banyak kasus terkonfirmasi positif meninggal karena mempunyai riwayat penyakit penyerta dan tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Disinggung keberadaan Puskesmas dijadikan sebagai tempat isolasi sesuai keinginan Gubernur Jabar, ia tidak menjelaskannya secara langsung. Namun, Enny menyebut bahwa Puskesmas masih dibutuhkan untuk perawatan lain oleh masyarakat. Terlebih, saat ini rumah sakit juga masih mampu untuk penanganan Covid-19. (Islah)

Tags: CirebonCovid-19Enny SuhaeniKabupaten CirebonPemkab CirebonSuara CirebonVirus Corona
Admin

Admin

Berita Terkait

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur
Cirebon

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur

by Vicky Sugiarto
Rabu, 28 Januari 2026
Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa
Berita Utama

Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa

by Islahuddin
Rabu, 28 Januari 2026
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Cirebon

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

by Arif Rahman
Selasa, 27 Januari 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023
Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023
Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023
Tempat Beli Durian di Majalengka, Panduan Lengkap, Lokasi, Harga, dan Varietas Unggulan

Tempat Beli Durian di Majalengka, Panduan Lengkap, Lokasi, Harga, dan Varietas Unggulan

Sabtu, 28 Desember 2024

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur

Gaduh Penonaktifan BPJS PBI, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia: Negara tidak Boleh Sembunyi di Balik Prosedur

Rabu, 28 Januari 2026
Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa

Gaduh Buntut Penonaktifan BPJS PBI, Puskesos Desak Pemkab Cirebon Prioritaskan UHC Istimewa

Rabu, 28 Januari 2026
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pembekalan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Selasa, 27 Januari 2026
FDKI UIN Siber Cirebon Perkuat Arah Keilmuan Dakwah di Forum Nasional FORDAKOM–APDII

FDKI UIN Siber Cirebon Perkuat Arah Keilmuan Dakwah di Forum Nasional FORDAKOM–APDII

Selasa, 27 Januari 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.