by

Petani Penuhi Pangan 273 Juta Orang

CIREBON, SC- Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran Eselon I Kementerian Pertanian menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41 yang dilaksanakan di areal persawahan Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (25/10/2021).

Turut hadir dalam peringatan HPS tersebut, Kepala Perwakilan IFAD untuk Indonesia, Mr Ivan Cossio Cortez dan Asisten Kepala Perwakilan FAO, Ageng Heriyanto, Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Luthfi bin Yahya, Waki Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno, Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsing, anggota Komite II DPD RI, KH Amang Syafrudin. Serta hadir secara virtual duta besar dari 17 negara dan perwakilan 13 Embassy di Indonesia dan 41 kepala daerah se-Indonesia.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pandemi Covid-19 memberi makna yang berbeda bagi perayaan HPS selama dua tahun terakhir ini. Tantangan pangan yang kian kompleks akibat dampak perubahan iklim (global warming) tidak menyurutkan langkah Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Namun di tengah potensi ancaman kekeringan dan krisis pangan global yang telah di-warning oleh FAO di awal tahun 2020, menurut Syahrul, Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobasan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif.

“Mari jadikan peringatan HPS ke-41 ini momentum upaya kita bersama untuk mengubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air di masa yang akan datang,” ujar Syahrul.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tidakk hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapai tantangan ke depan. Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan bagi 273 juta orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syahrul menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian.

“Karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen, red) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan zaman. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP,” kata Syahrul.

Ia menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020 kemarin, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan. Pada Triwulan II tahun 2020 PDB (produk domestik bruto, red) sektor pertanian tumbuh 16,24% q-to-q. Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. Demikian juga memasuki triwulan II tahun 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93% (q to q).

Hal yang sama terjadi pada ekspor produk pertanian yang menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp451,8 triliun dan meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp390,2 triliun. Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, dimana ekspor pertanian mencapai Rp450 triliun dan tumbuh 45,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp309,58 triliun.

BACA JUGA: Pertanian Cirebon Diguyur Rp19,5 Miliar

Sementara itu dalam paparan secara virtual Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal mengungkapkan, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap mata pencaharian masyarakat. Ketahanan Indonesia di sektor pertanian ditunjukkan dengan pertumbuhan PDB yang meningkat meskipun ekonomi melambat akibat pandemi Covid-19.

“Capaian ini tercermin dalam tema nasional tahun ini yaitu Pertanian Meningkat, Pangan Cukup di Tengah Krisis dan Pandemi Global,” katanya.

Rajendra menambahkan, dengan populasi yang terus bertambah, penduduk dunia diperkirakan mencapai 10 miliar pada tahun 2050. Sehingga perlu menyediakan makanan bagi penduduk dunia dan memelihara planet ini. Menurutnya, ini bukan hanya tentang menanggapi keadaan darurat, tapi ini tentang membangun ketahanan jangka panjang dan mengubah cara dalam memproduksi dan mengonsumsi makanan.

“Kita membutuhkan tindakan kolektif dan bersama untuk mengubah sistem pertanian pangan kita. FAO bekerja keras bersama-sama pemerintah Indonesia untuk melakukan transformasi sistem pangan di Indonesia,“ pungkasnya. (Islah)

Comment