by

RTM Bahas Temuan Hasil Audit di IAIN Cirebon

CIREBON, SC- Hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon di lingkungan kampus setempat ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), Selasa (16/11/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan di salah satu hotel di wilayah Kota Cirebon ini bertema “Tindaklanjut Komitmen Peningkatan Mutu  Menuju Universitas Siber Unggul”.

Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ayus Ahmad Yusuf MSi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari siklus manajemen mutu.

“Ini adalah pengembangan. Yaitu dari penetapan kebijakan, implementasi, evaluasi, pengendalian, dan pengembangan,” kata Ayus dalam kegiatan tersebut.

Dan rapat ini, lanjut dia, adalah bagian dari proses pengembangan dari hasil yang sudah dikerjakan.

Ayus memaparkan, AMI sendiri telah dilaksanakan selama 3 pekan, yaitu pada tanggal 15 sampai 29 Oktober 2021. Sedangkan untuk revisinya sampai 9 November 2021.

“Jadi efektifnya, kegiatan Audit Mutu Internal ini dilaksanakan satu bulan penuh. Kami menerjunkan 28 auditor dalam kegiatan AMI tersebut dengan 50 auditee,” jelasnya.

Auditee tersebut, terang Ayus, terdiri dari jurusan, fakultas, pascasarjana, universitas, dan lembaga yang berada di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Jadi kami melakukan audit ke semua elemen kampus,” terangnya.

Menariknya, kata Ayus, pelaksanaan audit ini menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang bekerjasama dengan LPM kampus setempat.

“Kita membangun aplikasi dengan sumber daya yang kita miliki, sumber daya IT yang sangat mumpuni dan lahirlah 2 aplikasi yang bernama Si Borang dan E-Sakti,” katanya.

BACA JUGA: Rektor IAIN Cirebon Sampaikan Progres Transformasi UISSI dan BLU, Ini Konsekuensinya

Aplikasi tersebut, jelas Ayus, dibuat selama 3 bulan dan saat digunakan untuk AMI dapat berjalan dengan baik.

“Dari hasil audit tersebut banyak temuan yang diperoleh auditor. Seperti temuan kesesuaian, temuan observasi, temuan mayor, dan temuan minor,” jelasnya.

Dari temuan tersebut, Ayus berharap, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan serta perbaikan.

“Ini dilakukan agar lebih baik dan berkembang dari hasil kerja kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, AMI dan RTM yang dilaksanakan ini merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan kegiatan yang sama di tahun lalu.

“Jadi ini merupakan siklus dari manajemen mutu untuk kita benar-benar komitmen terhadap mutu perguruan tinggi,” katanya.

Kemudian, imbuh Sumanta, pihaknya juga akan memberikan reward dan punishment. Kegiatan tersebut, kata dia, harus disekenggarakannya setiap tahun.

“Tanpa kegiatan ini, kita sulit sekali mengetahui jati diri perguruan tinggi kita sejauh mana progres mutu kita,” ucapnya.

BACA JUGA: Dirjen Pendis Kemenag RI Minta Peran Humas Diperkokoh, Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Cirebon: Kita Sudah Kerja Sama dengan Media Cetak dan Online

Untuk itu, Sumanta mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena dapat diselenggarakan baik dan inovatif. Bahkan, dalam pelaksanaan tahun ini meluncurkan aplikasi untuk mempercepat dan memudahkan prosesnya.

“Ini kemajuan kita semua dan indikator bahwa kita sudah siap bertransformasi menjadi University Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang sedang kita upayakan,” tandasnya. (Arif)

Comment