by

Pemerintah Desa Slangit Gelar Tradisi Mapag Sri

KABUPATEN CIREBON, SC- Pemerintah Desa (Pemdes) Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon menggelar acara adat Mapag Sri setiap tahun. Mapag Sri adalah tradisi secara turun temurun yang terus dilestarikan masyarakat desa setempat.

Kuwu Slangit, Sura Maulana mengatakan, acara Mapag Sri ini sudah menjadi adat desa yang setiap tahunnya selalu dilaksanakan menjelang atau saat panen tiba.

“Serta sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt dan di sisi lain mengajarkan bahwa manusia harus hidup harmonis dengan alam dan memperkuat silaturahmi,” kata Kuwu Maulana, Jumat (25/03).

BACA JUGA: Renovasi Rumah Terdampak Longsor di Desa Belawa Butuh Rp10 Juta, BPBD Kabupaten Cirebon Sarankan Ajukan Bantuan ke Baznas

Kuwu Maulana mengatakan, jangan sampai tradisi Mapag Sri warisan leluhur hilang sehingga sebagai penerus warisan harus bisa terus melestarikan dan mengenalkan tradisi Mapag Sri ini kepada generasi muda khususnya di lingkungan wilayah Desa Slangit yang sangat kaya akan budaya, yang di dalamnya tersimpan makna yang luas.

Tradisi Mapag Sri merupakan salah satu ajang silaturahmi bagi masyarakat Desa Slangit dengan duduk berkumpul membaca doa bersama akan semakin mempererat uhuah islamiyah dengan harapan akan tetap kuat jalinan persatuan dan kesatuan hubungan antara Pemdes dengan masyarakat semakin erat.

“Warga dengan warga akan terjalin komunikasi yang baik semakin erat sehingga hubungan silaturahmi semakin kuat pula selain itu ada juga pertunjukan tari tradisional,” ujarnya.

BACA JUGA: Hujan Deras, 1 Rumah di Desa Belawa Tertimbun Longsor

Kuwu Maulana mengaku bersyukur untuk panen sekarang dalam waktu kurun beberapa tahun dapat meningkat secara signifikan yang mana dulu dalam satu bau dua ton setengah itu susah tetapi kalau sekarang dalam satu bhou bisa mencapai 4 ton, bahkan lebih.

“Kita akan terus lestarikan karena ini merupakan tradisi atau peninggalan warisan budaya leluhur sehingga kita sebagai generasi penerus wajib meneruskannya karena kalau tidak dilestarikan nanti anak cucu kita tidak mengenal adat tradisi yang ada di Desa Slangit ini,” terangnya.

Selain adat Mapag Sri di Desa Slangit ada juga Mider Tanah dengan cara mengelilingi batas wilayah desa, Sedekah Bumi yaitu memohon atau meminta kepada Allah Swt untuk menanam padi dan kemudian Mapag Sri untuk menyambut hasil panen tersebut.

BACA JUGA: 12.769 Rutilahu Belum Tertangani, Tahun Ini Pemkab Cirebon Bantu 750 Rutilahu di 77 Desa

“Saya berharap adat-adat tradisonal yang ada di Desa Slangit ini harus tetap dilestarikan dan untuk masyarakat petani mudah-mudahan hasil panennya lebih baik lagi,” pungkasnya. (Vicky)

Comment