by

Renovasi Rumah Terdampak Longsor di Desa Belawa Butuh Rp10 Juta, BPBD Kabupaten Cirebon Sarankan Ajukan Bantuan ke Baznas

KABUPATEN CIREBON, SC- Satu rumah di Blok D RT 04/04, Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon tertimpa longsor. Akibatnya, rumah tersebut mengalami sejumlah kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon pun telah melakukan assesmen di lokasi bencana tersebut.

Kapusdalop BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan mengatakan, rumah yang tertimpa longsor tersebut mengalami rusak ringan pada bagian belakang rumah sepanjang 10 meter dan tinggi 5 meter.

Rumah tersebut, jelas Faozan, milik Titin dan dihuni oleh 3 jiwa. Menurut Faozan, warga yang terdampak bencana tersebut membutuhkan dana sekitar Rp10 juta untuk merenovasi kembali bagian rumah yang rusak.

BACA JUGA: Ini Hasil Assesmen BPBD Kabupaten Cirebon Terkiat Longsor di Desa Belawa, 1 Rumah Terdampak, Rumah Lainnya Terancam

“Kami hanya melakukan assesmen saja, untuk bisa membangun kembali bagian belakang rumah yang ambruk kami sarankan mengajukan permohonan bantuak ke Baznas,” ujar Faozan.

Untuk diketahui, BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan assesmen di lokasi bencana longsor di Blok D RT 04/04, Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon pada Ahad (27/3/2022) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Hasilnya, diketahui penyebab kejadian tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tekstur tanah yang gembur, sehingga menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk hingga mengenai bagian belakang rumah warga.

BACA JUGA: Kecelakaan di Cirebon, Dua Sepeda Motor Tabrakan di Beber, 1 Meninggal Dunia

“Itu karena sering diguyur hujan jadi lama-lama kan TPT-nya ambruk dan hasil assesmen kami panjang TPT yang ambruk itu 22 meter dengan tinggi 6 meter dan jarak longsoran ke rumah 5 meter,” kata usai melakukan assesmen.

Selain rumah warga tersebut, lanjut Faozan, saat ini kondisi rumah warga lainnya juga terancam, yakni rumah milik Sodikin yang tak lain sebagai pemilik TPT.

“Kebetulan di belakang rumah pak Sodikin itu ada musala, nah sumur dan tempat wudlunya juga kena. Tapi musalanya sih tidak kena, tapi terancam,” jelasnya. (Islah)

Comment