Terungkap juga, bahwa tersangka, yakni gadis kebaya merah berinisial AH (20 tahun), warga Kota Malang yang berprofesi sebagai model, sengaja mengenakan kain kebaya merah untuk memproduksi konten video asusila itu.
Ada casting yang dilakukan gadis kebaya merah AH dengan lawan mainnya, ACS (30 tahun), warga Kota Surabaya yang bekerja sebagai Event Organizer (EO).
Kebaya merah sengaja digunakan karena video porno itu bertema Receptionist Hotel. Dalam skenarionya, AH yang mengenakan kain kebaya merah, bertindak seolah sebagai resepsionis hotel.
Sedangkan ACS, si pria lawan mainnya, seolah-olah sebagai tamu hotel. Skenario itu dibuat oleh AH dan ACS sesuai permintaan sebuah akun Twitter melalui Direct Message (DM) soal konten video asusila dengan tema resepsionis hotel.
Hal mengejutkan lain, rupanya konten video porno gadis kebaya merah itu dibuat di ketinggian sebuah hotel.
Untuk konten video porno dengan tema Receptionist Hotel itu, AH dan ACS membooking sebuah kamar hotel di kawasan bisnis Gubeng di tengah Kota Surabaya.
BACA JUGA: Denise Chariesta Ngaku Pernah Berhubungan Seks dengan Suami Orang


















