Jika pernikahan dini atau perkawinan anak merupakan persoalan, maka tantangan kekinian menjadi jauh lebih besar dan rumit. Ialah era digital dimana anak-anak muda, dengan handphone, di tangan, bisa mengakses apapun informasi yang bisa membentuk watak dirinya.
Tingginya angka pernikahan dini atau perkawinan anak, salah satu penyebab terbesarnya ialah adanya pergaulan bebas di kalangan anak-anak muda.
Acep melihat ini sebagai tantangan yang perlu mendapat perhatian serius karena kultur digital ini merambah secara massif ke seluruh generasi.
Ini tantangan luar biasa. Serbuan informasi digital ini sangat massif. Melanda masyarakat beragam usia. Ini membentuk watak dan karakter tersendiri. Ini harus lebih serius diperhatikan.
Apalagi, dari catatan tingginya pernikahan dini atau perkawinan anak, penyebab terbesarnya pergaulan bebas.
Banyak pasangan pernikahan dini, memperoleh dispensasi nikah, karena sudah dalam keadaan hamil.
“Kalau sudah begini, dispensasi nikah dikeluarkan karena perlindungan terhadap calon anak dari pasangan nikah usia dini. Jika tidak diijinkan, anak itu lahir tanpa ada ikatan perkawinan orang tuanya. Ini berdampak sosial serius bagi masa depan si anak yang lahir,” tutur Agus Gunawan.***


















