SUARA CIREBON – Memasuki pekan kedua Ramadan, permintaan kolang-kaling masih tetap banyak. Masih tingginya permintaan kolang-kaling sampai hari ke 12 Ramadan disambut gembira oleh penjual.
“Alhamdulillah, sangat senang karena sampai hari ini pembelinya masih banyak,” kata Ema, penjual kolang-kaling di wilayah Kecamatan Banjaran, Selasa, 4 April 2023.
Ramadan kata Ema menjadi bulan yang paling dinanti oleh penjual kolang-kaling. Karena di Ramadan permintaan atau penjualan kolang-kaling akan naik tajam.
Kenaikan bahkan bisa sampai 100 persen bila dibandingkan penjualan di hari biasa. “Ramadan bagi pedagang kolang-kaling sangat ditunggu, karena omzet dapat dipastikan akan naik,” ujarnya.
Menurut Ema, penjualan kolang-kaling paling tinggi biasanya terjadi pada saat awal atau menjelang Ramadhan. Pada awal Ramadan, permintaan bisa baik hingga 100 persen dari biasanya.Setelah itu permintaan kembali berkurang.
“Tetapi bila dibandingkan dengan diluar Ramadan atau hari biasa penjualan masih tergolong banyak,” jelasnya.
Pedagang kolang-kaling lainnya,Epi mengatakan,bagi penjual kolang-kaling momen Ramadan menjadi waktu yang ditunggu.
“Alhamdulillah, permintaan di bulan Ramadan sekarang, terutama pada saat awal sangat banyak,ya sampai dua kali dari hari sebelumnya,” akunya.
Penjualan tertinggi kolang-kaling kata Epi biasanya terjadi pada saat menjelang,atau awal Ramadan. Setelah itu penjualan kembali seperti biasa “Paling banyak saat awal-awal Ramadan sehari saya bisa membawa pulang uang Rp 1 Juta,” ujar Epi.
Kendati demikian,penjualan kolang-kaling dibanding momen yang sama pada tahun lalu kata Epi terhitung tinggi. Setiap hari dirinya hingga memasuki hari ke 12 Puasa masih bisa menjual puluhan kilogram kolang-kaling.
Sedangkan untuk harga, Ia mematok harga antara Rp12 Ribu sampai Rp 15 ribu perkilogram.Perbedaan harga biasanya didasarkan pada ukuran atau besarnya biji kolang-kaling.***



















